Pesan Setya Novanto untuk Fredrich Yunadi Menjelang Sidang

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka dugaan menghalangi proses penyidikan Setya Novanto, Fredrich Yunadi, resmi ditahan di rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, 13 Januari 2018. TEMPO/Lani Diana

    Tersangka dugaan menghalangi proses penyidikan Setya Novanto, Fredrich Yunadi, resmi ditahan di rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, 13 Januari 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Setya Novanto, punya pesan untuk bekas penasihat hukumnya, advokat Fredrich Yunadi. Apa pesannya? "Taat pada hukum. Itu aja," kata Setya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin, 5 Februari 2018.

    Tersangka perintangan penyidikan KPK terhadap Setya, Fredrich Yunadi, akan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Februari 2018, tempat Setya juga menjalani sidang. Fredrich pernah menjadi pengacara Setya sebelum akhirnya bekas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu disidangkan. Di tengah berjalannya penyidikan, Fredrich mengumumkan pengunduran dirinya sebagai penasihat hukum Setya, Jumat, 8 Desember 2017.

    Baca:
    Pengacara Optimistis Praperadilan Fredrich...
    Fredrich Yunadi Akan Diadili, Pengacara Tetap...

    Apa pendapat bekas Ketua Umum Partai Golkar itu tentang Fredrich sebagai advokat? "No comment-lah," kata Setya sambil tertawa terbahak. KPK telah melimpahkan berkas perkara Fredrich ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat, 2 Februari 2018. Dalam rilis yang disebarkan oleh anaknya, Alexa Yunadi, Fredrich menolak berkasnya dinaikkan ke tahap penuntutan.

    Menurut Fredrich, KPK tidak menghubungi pengacaranya terlebih dulu secara resmi. KPK hanya menelepon tim kuasa hukum Fredrich. Saat itu, tim kuasa hukum berhalangan hadir.

    Baca juga: 
    Pengacara Optimistis Praperadilan Fredrich...
    Praperadilan Fredrich Yunadi Hari ini...

    Fredrich akan dibidik dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi karena diduga memanipulasi data medis bersama dengan dokter Bimanesh Sutarjo setelah Setya mengalami kecelakaan di kawasan Permata Hijau, Jakarta. Humas Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Ibnu Basuki Widodo, mengatakan sidang perkara Fredrich Yunadi akan diadili lima hakim. Sidang dipimpin Saifuddin Zuhri dan anggotanya adalah Mahfudin, Duta Baskara, Sigit Herman Binaji, dan Titi Sansiwi. Sedangkan paniteranya adalah Tati Doresly.

    Setya Novanto mengalami kecelakaan mobil di kawasan Permata Hijau pada 15 November 2017. Malam itu, mobil yang ditumpangi Setya menabrak tiang listrik. Setya pun segera dibawa ke RS Medika Permata Hijau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.