Fredrich Yunadi Akan Diadili, Pengacara Tetap Tunggu Praperadilan

Reporter

Tersangka dugaan menghalangi proses penyidikan Setya Novanto, Fredrich Yunadi, resmi ditahan di rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, 13 Januari 2018. TEMPO/Lani Diana

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi telah melimpahkan berkas perkara dugaan menghalangi penyidikan dalam kasus e-KTP dengan tersangka Fredrich Yunadi. Meski begitu, pengacara Fredrich, Sapriyanto Rafa masih berharap sidang praperadilan dapat membuktikan kliennya tidak bersalah.

"Kita lihat di praperadilan nanti berjalan," kata Sapriyanto saat dihubungi Tempo pada Kamis, 1 Februari 2018.

Baca: Berkas Dilimpahkan KPK, Kasus Fredrich Yunadi Segera Disidangkan

Sapriyanto optimistis sidang praperadilan bisa berjalan sukses bagi kliennya. Sidang tersebut akan mulai digelar pada Senin, 5 Februari 2018 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. "Mudah-mudahanlah, praperadilan akan memutuskan," kata dia.

Sidang praperadian Fredrich Yunadi maju dari jadwal semula pada 12 Februari 2018. Hal ini lantaran Fredrich sepat mencabut permohonan praperadilan pertamanya yang terdaftar dalam perkara nomor 9/Pid.Pra/2018/PN Jkt.Jaksel pada Selasa, 23 Januari 2018. Alasan pencabutan itu karena persidangan tak digelar cepat setelah permohonan didaftarkan di PN Jakarta Selatan pada Kamis, 18 Januari 2018. Fredrich pun membuat perbaikan berkas dan memasukkan kembali permohonan praperadilannya. PN Jaksel pun menjadwalkan persidangan pada 5 Februari 2018.

Baca: Selain Fredrich KPK Tangani Enam Kasus Perintangan Penyidikan

Fredrich Yunadi ditetapkan sebagai tersangka dugaan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan perkara e-KTP dengan tersangka Setya Novanto pada Rabu, 10 Januari 2018. KPK juga menetapkan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, sebagai tersangka. Keduanya disangkakan dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan tersangka sempat menyurati KPK untuk menolak pelimpahan tahap kedua. Namun, kata Febri, dalam prosedur pelimpahan berkas tidak diperlukan persetujuan tersangka.

Febri mengatakan, jaksa dan penyidik langsung menemui tersangka di rumah tahanan. "Sekarang JPU sedang menyiapkan dakwaan dan berkas tuntutan," ujarnya.

Fredrich Yunadi akan disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. "Karena sidangnya di PN Tipikor Jakarta Pusat, penahanan tersangka tidak dipindahkan, tetap di rutan gedung penunjang KPK," kata Febri.






Usaha Menyangkal Korupsi, Hilang Ingatan hingga Bawa Nama Tuhan

27 September 2021

Usaha Menyangkal Korupsi, Hilang Ingatan hingga Bawa Nama Tuhan

Berbagai cara dilakukan untuk menyangkal tuduhan korupsi, mulai dari membawa nama-nama tuhan hingga mengaku hilang ingatan,


Setya Novanto Digugat Bekas Kuasa Hukumnya Rp 2,25 Triliun

7 November 2020

Setya Novanto Digugat Bekas Kuasa Hukumnya Rp 2,25 Triliun

Fredrich menuding Setya Novanto belum membayar jasanya selama menjadi pengacara terpidana kasus korupsi proyek e-KTP itu.


Mantan Pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi Ajukan Peninjauan Kembali

24 Oktober 2020

Mantan Pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi Ajukan Peninjauan Kembali

Fredrich Yunadi mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dalam perkara menghalang-halangi pemeriksaan mantan Ketua DPR Setya Novanto


KPK Ajukan Kasasi atas Putusan Banding Fredrich Yunadi

22 Oktober 2018

KPK Ajukan Kasasi atas Putusan Banding Fredrich Yunadi

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta kemudian menguatkan putusan Pengadilan Tipikor terhadap Fredrich Yunadi dengan hukuman 7 tahun penjara.


Fredrich Yunadi Ajukan Kasasi Perkaranya ke Mahkamah Agung

13 Oktober 2018

Fredrich Yunadi Ajukan Kasasi Perkaranya ke Mahkamah Agung

Fredrich Yunadi menyatakan tak menerima putusan pengadilan tinggi yang menguatkan putusan di tingkat pertama, yakni 7 tahun penjara.


Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 7 Tahun Penjara Fredrich Yunadi

10 Oktober 2018

Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis 7 Tahun Penjara Fredrich Yunadi

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tetap menghukum pengacara Fredrich Yunadi 7 tahun penjara dalam kasus merintangi penyidikan korupsi e-KTP.


KPK Ajukan Banding Atas Vonis 7 Tahun Fredrich Yunadi

8 Juli 2018

KPK Ajukan Banding Atas Vonis 7 Tahun Fredrich Yunadi

KPK mengajukan banding atas vonis 7 tahun kepada bekas pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.


Sampai Kasasi Bakal Dilakoni Fredrich Yunadi Demi Vonis Bebas

29 Juni 2018

Sampai Kasasi Bakal Dilakoni Fredrich Yunadi Demi Vonis Bebas

Fredrich Yunadi mengatakan dirinya harus bebas murni.


Divonis 7 Tahun Penjara, Fredrich Yunadi Ajukan Banding

28 Juni 2018

Divonis 7 Tahun Penjara, Fredrich Yunadi Ajukan Banding

Fredrich Yunadi divonis 7 tahun penjara.


Divonis 7 Tahun, Fredrich Yunadi: Ini Hari Kematian Advokat

28 Juni 2018

Divonis 7 Tahun, Fredrich Yunadi: Ini Hari Kematian Advokat

Majelis hakim Pengadilan Tipikor menghukum Fredrich Yunadi 7 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan kurungan.