Dukung Jokowi, PPP Harap Ada Koalisi Semangka

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menjamu Ketua PPP Muhammad Romahurmuziy di Istana Kepresidenan, Jakarta, 22 November 2016. TEMPO/Istman

    Presiden Jokowi menjamu Ketua PPP Muhammad Romahurmuziy di Istana Kepresidenan, Jakarta, 22 November 2016. TEMPO/Istman

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy mengharapkan calon wakil presiden pendamping Joko Widodo atau Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2019, berasal dari kalangan Islam santri (hijau), sehingga terbentuk koalisi nasionalis dan agama, seperti layaknya semangka.

    "Yang ideal ke depan dipimpin oleh pasangan calon koalisi semangka, merah dan hijau, karena negeri ini terlalu besar untuk hanya satu warna," katanya di Palembang, pada Sabtu, 27 Januari 2018, saat memberikan pengarahan dalam rakorwil PPP Sumatera Selatan.

    Baca juga: PPP: Pasangan Jokowi dalam Pilpres 2019 Harus Kalangan Santri

    Rakorwil dihadiri oleh jajaran pengrus DPW Sumatera Selatan serta DPC seluruh Sumatera Selatan. Hadir pula pasangan calon untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan yang diusung PPP, Ishak Mekki dan Yudha Pratomo.

    Romahurmuziy mengatakan, sesuai musyawarah kerja nasional yang telah diselenggarakan 2017 lalu, PPP telah memutuskan untuk mendukung Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

    Untuk itu, ia berharap, calon wakil presiden dari Joko Widodo berasal dari kalangan Islam santri.

    Dengan demikian, menurut dia, Presiden Jokowi dapat menepis tuduhan-tuduhan hoax maupun ujaran kebencian berlandaskan SARA.

    Dalam kesempatan tersebut, Romahurmuziy juga menyampaikan dukungan terhadap Presiden Jokowi tersebut diambil setelah melihat rekam jejak yang dimilikinya.

    Baca juga: Didukung PPP dalam Pilpres 2019, Ini Tanggapan Jokowi

    Menurut dia, Presiden Jokowi merupakan salah satu dari sedikit pemimpin di Indonesia yang tak berbatas dengan rakyatnya.  Jokowi, kata Romahurmuziy, juga memiliki kinerja yang nyata, cepat, dengan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah. "Untuk pertama kalinya kita juga merasakan BBM satu harga di seluruh Indonesia," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.