Golkar Bantah Opsi Jokowi-Airlangga di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden ke-3  RI Bacharuddin Jusuf Habibie dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat mengikuti rangkaian acara Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, 18 Desember 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat mengikuti rangkaian acara Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, 18 Desember 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Paulus mengatakan meski elektabilitas meningkat, partainya tidak berniat mengusulkan calon wakil presiden sebagai pendamping Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam Pilpres 2019.

    Ia juga membantah isu Ketua Umum Airlangga Hartarto yang berencana dicalonkan sebagai pendamping Jokowi.

    “Saat ini kita tidak etis membicarakan itu, kita kan mengusung Pak Jokowi di 2019 bukan dengan pamrih itu,” kata Lodewijk usai konferensi pers di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis, 25 Januari 2018.

    Baca juga: Setya Berperkara, JK Yakin Golkar Dukung Jokowi di Pilpres 2019

    Menurut dia, Airlangga saat ini fokus memberikan dukungan kepada Jokowi dan tidak berniat maju menjadi calon wakil presiden. Lodewijk pun mengaku tidak pernah mendengar Airlangga melontarkan wacana dirinya akan maju sebagai pendamping Jokowi.

    “Saya tidak mendengar Pak Airlangga pernah berbicara gitu beliau pengen jadi wapres, enggak. Beliau terlalu fokus mendukung Pak Jokowi,” ujar mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ini.

    Lodewijk mengatakan Golkar telah sepenuhnya menyerahkan pemilihan cawapres kepada Jokowi. Hal itu, kata dia, sejalan dengan semangat dukungan Golkar kepada Jokowi saat musyawarah nasional luar biasa Desember lalu.

    Sebelumnya, saat era kepemimpinan Setya Novanto, Partai Golkar menyatakan dukungannya kepada Presiden Jokowi. Dukungan tersebut disampaikan Setya saat membuka Rapat Pimpinan Nasional pada Juli 2016 lalu.

    Rekomendasi Musyawarah Nasional Luar Biasa, kata Setya, memintanya untuk membangun komunikasi politik dengan Presiden Jokowi. "Maka saya harap rapimnas sudah dapat mengambil keputusan untuk mendukung pencalonan Pak Jokowi di 2019," kata Setya di Jakarta Conventions Center, Rabu 27 Juli 2016.

    Baca juga: Meski Ganti Ketua Umum, Golkar Tetap Dukung Jokowi 2019

    Hal senada disampaikan Airlangga saat terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya yang terjerat kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

    Menurut Airlangga, meski berganti pemimpin Golkar tetap berpegang teguh pada keputusan mendukung Jokowi.

    “Mari kita bersama-sama sukseskan Pak Jokowi dalam Pilpres 2019 nanti,” kata Airlangga di Jakarta Convention Centre, 20 Desember 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.