Inisiatif Datang ke KPK, Boediono Diperiksa Terkait Kasus BLBI

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Presiden RI Boediono menyampaikan paparannya dalam Indonesia Economic Outlook 2016 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, 12 November 2015. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Mantan Wakil Presiden RI Boediono menyampaikan paparannya dalam Indonesia Economic Outlook 2016 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, 12 November 2015. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden RI periode 2009-2014 Boediono mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap BLBI. Boediono datang sekitar pukul 09.50 WIB dan hingga kini masih berada di dalam gedung KPK.

    "Boediono datang ke KPK untuk pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus BLBI dengan tersangka SAT (Syafruddin Arsyad Temenggung)," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, kepada Tempo melalui pesan pendek pada Kamis, 28 Desember 2017.

    Baca: Kasus BLBI, Pengamat Sarankan KPK Kejar Terus Sjamsul Nursalim

    SAT atau Syafruddin Arsyad Temenggung merupakan mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional. Syafruddin ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap dalam penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI terhadap Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) milik Sjamsul Nursalim pada 2004.

    Dalam daftar agenda pemeriksaan hari ini, nama Boediono sebenarnya tidak tercantum sebagai salah satu saksi yang akan diperiksa. Febri menyebut pemeriksaan hari ini atas inisiatif Boediono sendiri. "Saksi atas inisiatif sendiri meminta diperiksa hari ini karena di jadwal pemanggilan berhalangan," ucapnya. "Untuk efektivitas penyidikan, dilakukan pemeriksaan hari ini."

    Baca: KPK Periksa 4 Saksi untuk Tersangka Syafruddin Temenggung

    Saat kasus tersebut terjadi, Boediono menjabat Menteri Keuangan periode 2001-2004. Dengan posisinya itu, Boediono ikut memberi masukan mengenai penerbitan SKL untuk BDNI.

    Syafruddin sendiri sudah ditahan di rutan kelas 1 Jakarta Timur cabang KPK. Atas perbuatannya dalam kasus suap BLBI itu, Syafruddin diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp 4,58 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.