Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Jaringan Abu Jandal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengamanan terorisme. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi pengamanan terorisme. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Surabaya - Detasemen Khusus Antiteror 88 atau Densus 88 menangkap seorang terduga teroris kelompok jaringan Abu Jandal bernama Kiki Rizky alias Rizky Al Baiti alias Kiki alias Abu Ukasah di Jalan Yulius Usman, Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu, 9 Desember 2017.

    "Yang bersangkutan merupakan kelompok Jaringan Abu Jandal dan bergabung dengan ISIS di Suriah sebagai FTF dan sudah mengikuti Tadrib Askari dan Ribath," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera, Sabtu, 9 Desember.

    Baca juga: Temui Minhati Madrais, Ini yang Akan Dilakukan Densus 88

    Kiki yang diketahui beralamat di Jalan Kemuning V/6 Sengkaling Indah RT 2 RW 06 Mulyoagung, Dau, Kabupaten Malang, itu ditangkap Sabtu, sekitar pukul 09.30. Selanjutnya, Kiki dibawa dan diinterogasi di Mako Brimob Ampeldento, Malang.

    Menurut Barung, pada 2013, tanpa sepengetahuan istri dan orang tuanya, Kiki pernah berangkat ke Suriah bersama rombongan, yang salah satunya adalah Salim Mubarok alias Abu Jandal. "Pamitnya kerja di Saudi," kata Barung.

    Kiki bermaksud ke Suriah ingin menjadi pekerja sosial untuk membantu korban perang. Sesampai di Suriah, kenyataan berbeda. Di sana, ia disuruh mengikuti pelatihan militer. Tapi ia tidak ikut karena sakit setelah ditendang oleh instruktur.

    Baca juga: Densus 88 Tangkap 9 Terduga Anggota Teroris Bima

    Selain di Kota Malang, pada Sabtu dinihari tadi, Densus 88 dikabarkan menangkap dua orang terduga teroris di Ampel, Surabaya; dan Tanggulangin, Sidoarjo. Namun, hingga berita ini ditulis, Barung enggan memberikan keterangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.