Pelawak Komar Mundur Sebagai Rektor UMUS Brebes

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelawak sekaligus politisi, Nurul Qomar atau yang lebih dikenal dengan Qomar dilantik menjadi Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. TEMPO/Muhammad Irsyam Faiz

    Pelawak sekaligus politisi, Nurul Qomar atau yang lebih dikenal dengan Qomar dilantik menjadi Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. TEMPO/Muhammad Irsyam Faiz

    TEMPO.CO, Brebes - Pelawak yang juga aktor kawakan Nurul Qomar alias Komar menyatakan mundur dari jabatan rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Pernyataan itu dia sampaikan Kamis sore, 16 November 2017, kepada pihak yayasan.
     
    "Mulai hari ini (Kamis) pukul 18.30 WIB, saya menyatakan resmi mundur dari rektor UMUS Brebes," kata dia saat dimintai konfirmasi Tempo, Kamis malam.

    Baca juga: Pelawak Qomar 'Empat Sekawan' Dilantik Jadi Rektor
    Dia mengaku sudah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Beberapa target juga sudah dicapainya. Di antaranya akreditasi B di tiga fakultas, pencairan dana hibah senilai Rp 740 juta, hingga pencapaian jumlah mahasiswa hingga 230 orang. "Jumlah mahasiswa tahun ini paling tinggi dibanding tahun sebelumnya sejak 2012," katanya.

     
    Komar pun meminta maaf kepada mitra, rekan kerja, dan seluruh mahasiswa atas pengunduran dirinya sebagai rektor. "Mohon maaf jika selama ini ada ucapan dan tingkah laku yang kurang berkenan," ucapnya.
     
    Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi baik dari pihak kampus maupun yayasan. Salah seorang dekan di kampus tersebut saat dimintai konfirmasi mengaku belum mengetahui kabar tersebut. "Saya tadi sore di kampus belum ada kabar itu," kata Dekan FKIP, Muamar.
     
    Komar belum setahun menjabat rektor di kampus tersebut. Pelantikan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI ini digelar di auditorium kampus setempat pada Kamis, 9 Februari 2017.
     
    Komar diangkat menjadi rektor sebagaimana surat Keputusan nomor 001/SK/YMS/H/2017. Berdasarkan SK tersebut, pria bergelar doktor itu seharusnya menjabat rektor selama empat tahun atau periode 2017-2021. 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.