Alasan Pelawak Komar Mundur Sebagai Rektor UMUS Brebes

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • H Nurul Qomar. TEMPO/ Agung Pambudhy

    H Nurul Qomar. TEMPO/ Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Brebes - Pelawak yang juga aktor kawakan Nurul Qomar alias Komar menyatakan mundur dari jabatan rektor Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Dia mengaku ada persoalan internal kampus yang membuat dia memutuskan langkah ini.

    "Saya merasa sudah tidak nyaman lagi," ungkap Komar ketika dimintai konfirmasi Tempo pada Kamis malam, 16 November 2017.

    Baca juga: Pelawak Komar Mundur Sebagai Rektor UMUS Brebes

    Komar mengatakan pengundurannya diajukan ke pihak yayasan pada Kamis sore pukul 18.30 WIB. Sejak itu, dia mengaku resmi mundur sebagai Rektor UMUS Brebes.
     

    Komar enggan membeberkan persoalan internal kampus itu. Yang jelas, kata dia, pengunduran dirinya bukan karena kinerja selama menjadi rektor buruk. 
     
    Dia mengaku sudah melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik. Beberapa target juga sudah dicapainya. Di antaranya akreditasi B di tiga fakultas, pencairan dana hibah senilai Rp 740 juta, hingga pencapaian jumlah mahasiswa hingga 230 orang. "Jumlah mahasiswa tahun ini paling tinggi dibanding tahun sebelumnya sejak 2012," katanya.
     
    Komar pun meminta maaf kepada mitra, rekan kerja, dan seluruh mahasiswa atas pengunduran dirinya sebagai rektor. "Mohon maaf jika selama ini ada ucapan dan tingkah laku yang kurang berkenan," ucapnya.
     
    Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi baik dari pihak kampus maupun yayasan. Salah seorang dekan di kampus tersebut saat dimintai konfirmasi mengaku belum mengetahui kabar tersebut. "Saya tadi sore di kampus belum ada kabar itu," kata Dekan FKIP, Muamar.
     
    Komar belum ada setahun menjabat rektor di kampus tersebut. Pelantikan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI ini digelar di auditorium kampus setempat pada Kamis, 9 Februari 2017.
     
    Komar diangkat menjadi rektor sebagaimana surat Keputusan nomor 001/SK/YMS/H/2017. Berdasarkan SK tersebut, pria bergelar doktor itu seharusnya menjabat rektor selama empat tahun atau periode 2017-2021.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.