Karyawan Freeport Diduga Tertembak Kelompok Bersenjata di Papua

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ambulans melewati para pekerja Freeport di Tembagapura, Papua, (15/5). Sebanyak 41 pekerja tambang terjebak longsor, ketika mengikuti training di Underground QMS Biggosan Mill 74, pada pukul 07.40 WIT. AP

    Ambulans melewati para pekerja Freeport di Tembagapura, Papua, (15/5). Sebanyak 41 pekerja tambang terjebak longsor, ketika mengikuti training di Underground QMS Biggosan Mill 74, pada pukul 07.40 WIT. AP

    TEMPO.CO, Jayapura- Seorang karyawan PT Freeport Indonesia, Totok Sadewo, terkena peluru yang ditembakkan kelompok krimial bersenjata (KKB) di mile 69, kawasan tambang di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua pada Selasa pukul 08.15 WIT.

    Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar AM Kamal membenarkan itu. "Benar, korban terluka dan sudah ditangani tim medis," ujar Kamal pada Selasa, 14 November 2017.

    Baca: Massa Serang Mapolresta Jayapura Papua

    Korban terkena luka tembak di bagian kaki dan hingga kini masih dirawat di RS Tembagapura. Kelompok bersenjata itu menembak kendaraan operasional PT Freeport Indonesia nomor lambung 01-4887.

    Baca: Penyanderaan, Polisi Ungkap Kondisi Terakhir di Mimika Papua

    "Selain menggenai korban aksi penembakan yang dilakukan KKB juga mengenai badan mobil," kata Kamal.

    Kelompok bersenjata juga masih menyandera warga Desa Kimbely dan Banti, Mimika, Papua. Ada sekitar 1.300 orang warga yang tersandera di dalam desa dan tak diizinkan keluar oleh kelompok tersebut. Tim gabungan yang terdiri dari TNI dan Polri telah turun untuk bernegosiasi agar kelompok tersebut membebaskan warga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe