Minggu, 25 Februari 2018

Pilgub Jatim, La Nyalla Mengaku Diminta Rizieq Shihab Temui Ulama

Reporter:

Antara

Editor:

Kukuh S. Wibowo

Jumat, 13 Oktober 2017 11:42 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pilgub Jatim, La Nyalla Mengaku Diminta Rizieq Shihab Temui Ulama

    La Nyalla Mahmud Mattalitti dan Rizieq Shihab. instagram.com

    TEMPO.CO, Surabaya-Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur La Nyalla Mahmud Matalitti mengaku mendapat pesan khusus dari imam besar Front Pembela Islam, Rizieq Syihab, saat keduanya bertemu di restoran khas Arab yang berlokasi tak jauh dari Masjidil Haram, Kota Mekah. Pesan Rizieq itu berkaitan dengan upaya La Nyalla maju menjadi calon gubernur Jawa Timur.

    Dalam keterangan yang dikirim La Nyalla , Kamis, 12 Oktober 2017, mereka berbincang sekitar dua jam. Rizieq berpesan agar La Nyalla mendatangi semua ulama di Jawa Timur untuk meminta doa sekaligus berpamitan maju dalam pemilihan kepala daerah tahun depan.

    Baca: La Nyalla Mengaku Dapat Dukungan Rizieq Shihab di Pilkada Jatim

    “Jangan dilihat mereka mendukung siapa, apakah Saifullah (Yusuf) atau Khofifah (Indar Parawansa). Datangi semua untuk minta doa sebagai bagian dari akhlak,” kata La Nyalla mengutip pesan Rizieq.

    Rizieq, kata La Nyalla, memberi dukungan kepadanya maju dalam pemilihan gubernur. Selain itu, Rizieq memberi dua pesan sebagai modal. Pertama, niat menjadi kepala daerah dengan ikhlas karena Allah Ta'ala untuk membantu umat. La Nyalla mengatakan Rizieq bersama para ulama dan habib siap mendukung ikhtiarnya memenangi pemilihan kepala daerah Jawa Timur 2018.

    Simak: La Nyalla Mundur dari Pencalonan Gubernur Jatim Melalui Demokrat

    "Mumpung ini di Tanah Suci, disaksikan Habib Rizieq, saya nyatakan bahwa saya maju pilkada Jatim dengan niat tulus ikhlas karena Allah SWT untuk umat. Tidak ada niat jelek atau niat kotor lainnya," ucapnya.

    Secara resmi, belum ada partai politik yang mengusung La Nyalla  maju sebagai calon gubernur Jawa Timur. Semula ia mendaftar melalui Partai Demokrat, tapi mengundurkan diri pada 2 Oktober 2017. Menurut La Nyalla, dia mundur karena Demokrat menambah waktu pendaftaran bagi calon gubernur tanpa memberi tahu kepada calon yang telah lebih dulu mendaftar.


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.