Doli Kurnia Tidak Berminat Hengkang dari Golkar, Kecuali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwakilan Generasi Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia (tengah) menyerahkan surat pengawalan proses hukum Novanto kepada Ketua KY Aidul Fitriciada Azhari (kanan), di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta, 31 Juli 2017. Generasi Muda Partai Golkar meminta KY mengawasi dan memantau ketat proses hukum Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, telah resmi mengajukan gugatan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus korupsi e-KTP merugikan negara Rp 2,3 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    Perwakilan Generasi Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia (tengah) menyerahkan surat pengawalan proses hukum Novanto kepada Ketua KY Aidul Fitriciada Azhari (kanan), di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta, 31 Juli 2017. Generasi Muda Partai Golkar meminta KY mengawasi dan memantau ketat proses hukum Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, telah resmi mengajukan gugatan praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus korupsi e-KTP merugikan negara Rp 2,3 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski telah dipecat, Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia menyatakan tidak berminat keluar dari Golkar. “Sampai titik terakhir saya akan terus berjuang di Partai Golkar,” kata Doli kepada Tempo pada Rabu, 6 September 2017.

    Hingga saat ini, kata Doli, ia masih anggota Golkar. Ia menganggap pemecatan partai terhadap dirinya sebagai sesatu yang jamak. “Biasa saja, risiko perjuangan saja.”

    Baca:
    Soal Pemecatannya, Doli Kurnia Siapkan Langkah ...
    Pecat Ahmad Doli Kurnia, Idrus Marham Dinilai Tak Punya ...

    Doli dipecat dari Golkar lantaran dituduh membangkang. Pemecatan terhadap Doli dilakukan lantaran dia dianggap menyalahi aturan partai karena mengkritik Ketua Umum Golkar Setya Novanto. Doli menggagas Gerakan Golkar Bersih dan mendesak Setya Novanto mundur dari jabatannya lantaran sudah berstatus tersangka korupsi proyek kartu tanda penduduk (KTP) elektronik.

    Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham mengklaim pemecatan Doli telah sesuai dengan mekanisme dan aspirasi partai. Sebaliknya, Doli mengatakan tidak pernah ditegur atau dipanggil oleh DPP Partai Golkar mengenai masalah itu. Doli mengaku hanya menerima dua surat, yaitu surat peringatan dan surat pemecatan, masing-masing bertanggal 23 Agustus dan 29 Agustus 2017.

    Baca juga:
    SAFEnet: Pelapor Aktivis Paling Banyak Pejabat Negara
    Kalla: Pemerintah Tidak Akan Intervensi Urusan Internal ...

    Doli berkukuh bahwa upaya yang dilakukannya adalah karena kecintaannya terhadap Partai Golkar. “Kami tidak mau masa depan Golkar terancam,” ujar Dolly.

    Namun, Doli akan berpikir ulang dan mempersiapkan langkah selanjutnya jika situasi Golkar tidak berubah. “Kalau pada akhirnya nanti situasinya tidak bisa lagi ditolong dengan gagasan-gagasan kami, ya lihat nanti lah.”

    Sejauh ini Doli belum berpikir hengkang dari partai itu. Namun ia telah mempersiapkan beberapa tindakan untuk melawan pemecatannya. Ia akan melapor ke Komnas HAM, mempertimbangkan menggugat Golkar di pengadilan, dan meminta dukungan politis kepada senior-seniornya di partai itu.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

       


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.