Ke Magelang, SBY Menikmati Kupat Tahu Langganannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama istrinya Ani Yudhoyono dan keluarga Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). instagram.com

    Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama istrinya Ani Yudhoyono dan keluarga Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). instagram.com

    TEMPO.CO, Magelang - Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan makan kupat tahu di Tahu Pojok, saat berkunjung ke Magelang, Jawa Tengah, Senin, 21 Agustus 2017. SBY menikmati kupat tahu langganannya bersama istrinya, Ani Yudhoyono dan Edi Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

    SBY menuju Tahu Pojok dengan pengawalan naik mobil Vellfire B 16 FPD. Saat turun dari mobil, Ketua Umum Partai Demokrat itu disambut Ketua DPC Demokrat Kota Magelang Hasan Suryoyudho beserta pengurus lainnya. Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo turut menyambut SBY.

    Baca juga: SBY Sekeluarga Datang di Upacara 17 Agustus Istana Merdeka

    Sebelum masuk ke Tahu Pojok, SBY menyapa awak media. "Selamat sore, apa kabar teman-teman? Selamat Hari Kemerdekaan," ujarnya.

    Saat makan kupat tahu, SBY duduk di tengah antara Ani dan Ibas. Setelah makan, mantan presiden itu meladeni masyarakat yang mengajaknya swafoto.

    Warung kupat Tahu Pojok  yang berada di Jalan Tentara Pelajar Kios Nomor 14 itu merupakan tempat makan langganan SBY. "Saya sudah lima kali, rasanya khas. Orang Jawa bilang ngangeni," kata SBY.

    Kuntari, 59 tahun, pemilik warung Tahu Pojok, mengaku senang SBY kembali datang ke warungnya. "Kami merasa senang Pak SBY jadi pelanggan kami, hampir setiap kali ke Magelang selalu mampir," kata dia.

    Setelah dari Tahu Pojok Magelang, SBY menuju Hotel Grand Artos. Di sana, Ketua Umum Partai Demokrat akan bertemu dengan kadernya. Acara itu tertutup bagi awak media.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.