Hari Anak Nasional, Jokowi Ingin Hapuskan Budaya Ospek di Sekolah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Jokowi menghibur anak-anak dengan bermain sulap pada acara puncak perayaan Hari Anak Nasional 2017 di Pekanbaru, Riau, 22 Juli 2017. Presiden berpesan pada anak-anak agar dengan teman-temannya harus saling menghargai, saling membantu, dan saling menolong. ANTARA/Rony Muharrman

    Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Jokowi menghibur anak-anak dengan bermain sulap pada acara puncak perayaan Hari Anak Nasional 2017 di Pekanbaru, Riau, 22 Juli 2017. Presiden berpesan pada anak-anak agar dengan teman-temannya harus saling menghargai, saling membantu, dan saling menolong. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Pada perayaan Hari Anak Nasional 2017 kemarin, Presiden Joko Widodo menginginkan kegiatan masa orientasi siswa di sekolah segera dihapuskan. Hal itu dilakukan untuk menghentikan kasus bullying yang belakangan ini marak terjadi di Indonesia. 
     
    "Budaya seperti itu harus dihilangkan di sekolah, " ujarnya seusai menghadiri acara puncak Hari Anak Nasional di Pekanbaru, Riau, Ahad, 23 Juli 2017.

    Baca : Di Hari Anak Nasional Ada 10 Permintaan Anak ke Presiden Jokowi
     
    Menurut Jokowi, kegiatan orientasi di sekolah justru menjadi pemicu munculnya budaya senioritas. Seharusnya, kata dia, pengenalan siswa baru di sekolah diisi dengan kegiatan yang mempererat kekeluargaan dan saling menghormati.
     
    "Adiknya menghargai kakaknya. Bila perlu, kakaknya menolong adiknya menyelesaikan persoalan. Senior harus bantu junior," ucapnya.


     

    Dengan demikian, Jokowi meyakini tidak bakal ada lagi kasus bullying di sekolah. "Budaya ini harus kita hentikan agar bullying tidak muncul, tidak lagi viral di media sosial, " ujarnya.

    Simak pula: Menyulap di Hari Anak Nasional 2017, Jokowi Belajar dari Kaesang

     
    Jokowi menuturkan akan segera menyampaikan hal tersebut ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    Jokowi menekankan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus segera menjalankan program pendidikan berkarakter yang sudah direncanakan untuk membentuk moral dan etika baik siswa. "Kita harus memperkuat kejujuran, moralitas, budi pekerti, dan etika," katanya dalam puncak acara Hari Anak Nasional 2017.
     
    RIYAN NOFITRA




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.