Markus Nari Tersangka E KTP, Idrus Sebut Tak Terkait Golkar

Reporter

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham dan Ketua Harian, Nurdin Halid, memberi pernyataan seputar penetapan Ketua Umum Golkar, Setya Novanto, sebagai tersangka dugaan korupsi proyek e-KTP di depan rumah pribadi Setya di Jalan Wijaya nomor 13, Jakarta, 17 Juli 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menghormati keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi yang menetapkan kader partainya Markus Nari sebagai tersangka baru perkara korupsi proyek e-KTP. Menurut dia, penetapan tersebut tidak ada kaitannya dengan Partai Golkar.

Idrus memastikan, penetapan Markus sebagai tersangka kasus e-KTP tidak akan mempengaruhi kerja Partai Golkar. "Saya kita tidak ada keterkaitan Golkar dengan satu, dua, tiga, adanya tersangka. Kita hormati KPK dalam melaksanakan tugas dengan baik," kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Juli 2017.

Baca: KPK Tetapkan Politikus Golkar Markus Nari Tersangka Korupsi E-KTP

Idrus mengatakan perlu saling percaya terhadap lembaga tertentu. Jika KPK melakukan proses sesuai dengan mekanisme dan aturan, kata dia, partainya akan mendukung proses hukum tersebut. "Kami hormati proses hukum yang dilakukan KPK dan kita hargai proses itu," ujarnya.

Golkar, kata Idrus pun, bakal mengawal dan mengawasi proses hukum yang menyeret sejumlah kadernya. "Kami berharap bahwa KPK di dalam proses hukum ini secara sungguh-sungguh memperhatikan fakta-fakta yang ada," ujar Idrus.

Kurang dari sepekan, KPK menetapkan dua tersangka kasus e-KTP dari Partai Golkar. Senin lalu, 17 juli 2017, KPK mengumumkan Ketua Umum Golkar, Setya Novanto menjadi tersangka dugaan korupsi e-KTP. Novanto diduga berperan dalam proses perencanaan dan pembahasan anggaran proyek e-KTP di DPR, serta pengadaan barang dan jasa dalam proyek tersebut melalui Andi Agustinus alias Andi Narogong. Selain itu, Setya juga diduga telah mengkondisikan peserta dan pemenang pengadaan

Baca: Sidang E-KTP, Irman: Ade Komarudin Butuh Rp 4 Miliar buat Markus

Hari ini, Rabu, 19 Juli 2017, KPK menetapkan politikus Golkar Markus Nari sebagai tersangka ke-5 dalam kasus yang sama. Markus diduga menerima Rp 4 miliar untuk memuluskan pembahasan anggaran proyek e-KTP.

ARKHELAUS W.






Kadernya Dukung Anies Baswedan, Ini Kata PPP

8 hari lalu

Kadernya Dukung Anies Baswedan, Ini Kata PPP

PPP tak mempermasalahkan langkah sejumlah kadernya mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan.


Membaca Kode Jokowi Soal Capres Saat Pidato di HUT Perindo

18 hari lalu

Membaca Kode Jokowi Soal Capres Saat Pidato di HUT Perindo

Dalam acara ulang tahun Partai Perindo, Jokowi turut berpesan agar tidak terlalu lama mendeklarasikan Capres dan Cawapres.


Relawan Jokowi Kunjungi Partai Golkar, Ketum Projo: Ini Pertemuan Pertama Kali ke Kantor Partai Politik

18 hari lalu

Relawan Jokowi Kunjungi Partai Golkar, Ketum Projo: Ini Pertemuan Pertama Kali ke Kantor Partai Politik

Relawan Jokowi menyatakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, bukan hanya membahas soal calon presiden.


KIB Bakal Usung Ganjar Sebagai Capres Jika Tidak Diusung PDIP

27 hari lalu

KIB Bakal Usung Ganjar Sebagai Capres Jika Tidak Diusung PDIP

Bima menjelaskan, partainya telah membuka keran komunikasi informal dengan Ganjar.


Ridwan Kamil Siap Diusung Jadi Cawapres, Akhir Tahun Berlabuh ke Partai

27 hari lalu

Ridwan Kamil Siap Diusung Jadi Cawapres, Akhir Tahun Berlabuh ke Partai

Ridwan Kamil disebut-sebut sedang menjalin komunikasi intensif dengan Partai Golkar.


Ace Hasan Sebut Ridwan Kamil Intens Lakukan Pertemuan dengan Partai Golkar

30 hari lalu

Ace Hasan Sebut Ridwan Kamil Intens Lakukan Pertemuan dengan Partai Golkar

Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa Partai Golkar sudah melakukan pertemuan intens dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil


Airlangga Hartarto Bilang Jokowi Sudah Tahu Nama Capres dari KIB

35 hari lalu

Airlangga Hartarto Bilang Jokowi Sudah Tahu Nama Capres dari KIB

Menurut Airlangga Hartarto, untuk penentuan capres-cawapres, KIB selalu berkonsultasi dengan Jokowi.


Tinggalkan Partai NasDem, Wanda Hamidah Bergabung ke Partai Golkar

37 hari lalu

Tinggalkan Partai NasDem, Wanda Hamidah Bergabung ke Partai Golkar

Wanda Hamidah mengaku dipinang oleh Golkar beberapa bulan yang lalu. Menganggap Golkar tempat yang tepat untuk berjuang dan berkarya.


Airlangga Bilang Golkar Sudah Panas untuk Hadapi Pemilu 2024

41 hari lalu

Airlangga Bilang Golkar Sudah Panas untuk Hadapi Pemilu 2024

Airlangga menyebut para kadernya siap memenangkan Golkar di 514 kabupaten/kota.


Gelar Jalan Sehat, Airlangga Bilang Golkar Solid Hadapi Pemilu 2024

41 hari lalu

Gelar Jalan Sehat, Airlangga Bilang Golkar Solid Hadapi Pemilu 2024

Airlangga menjelaskan hari ulang tahun partai Golkar akan memecahkan rekor MURI yang diikuti peserta sejumlah 1,5 juta di 514 kabupaten atau kota.