Berebut Kursi Ketua DPR dan Ketum Golkar Usai Novanto Tersangka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Setya Novanto, kembali diperiksa KPK atas dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi yang menyeret pula hakim konstitusi Akil Mochtar dalam Kasus suap ketua MK pada 2014. Setya Novanto diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap, gratifikasi, dan pencucian uang terkait sengketa pemilihan kepala daerah yang bergulir di Mahkamah Konstitusi. Dok.TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ketua DPR Setya Novanto, kembali diperiksa KPK atas dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi yang menyeret pula hakim konstitusi Akil Mochtar dalam Kasus suap ketua MK pada 2014. Setya Novanto diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap, gratifikasi, dan pencucian uang terkait sengketa pemilihan kepala daerah yang bergulir di Mahkamah Konstitusi. Dok.TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penetapan status tersangka terhadap Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) membuat dua jabatan yang dipegangnya menjadi incaran banyak politikus. Saat ini, Setya menjabat Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar.

    Sejumlah fraksi di DPR mendesak Setya Novanto segera mundur dari jabatannya di lembaga legislatif itu usai penetapannya sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP oleh KPK.

    Baca juga:
    Setnov Tersangka, Bambang Widjojanto Lempar 2 Pertanyaan ke DPR

    “Lebih tepat Setya legowo meletakkan jabatan Ketua DPR dan fokus menghadapi persoalan di KPK,” ujar Sekretaris Fraksi Demokrat Didik Mukrianto. Menurut dia, status Setya sebagai tersangka memperburuk citra para wakil rakyat.

    Baca pula:
    Setya Novanto Tersangka, Etika Politik Ketua DPR Disorot

    Sekretaris Fraksi NasDem Syarief Alkadrie meminta hal yang sama. Alasannya, bila Setya tidak mundur, proses legislasi bisa terganggu. “Di tingkat pimpinan pun akan kesulitan kalau mengambil keputusan,” ucapnya.

    Adapun Bendahara Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Alex Indra Lukman meminta persoalan Setya dibahas di Badan Musyawarah. Dia berharap Golkar menyerahkan kursi Ketua DPR ke partainya. “Dalam hidup ada karma, kalau Golkar tetap mau ambil, silakan,” tuturnya.

    Simak:
    Setya Novanto Tersangka, Kalla: Itu Konsekuensi Perbuatan Tercela

    Lingkup internal Partai Golkar juga bergejolak. Politikus muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mendesak Setya segera mundur dari jabatan ketua umum. “Agar citra Golkar dan konsolidasi partai menghadapi agenda politik tidak terganggu,” katanya, kemarin.

    Dari daerah, Sekretaris DPD Partai Golkar Sumatera Barat Desra Ediwan meminta pengurus pusat segera mempersiapkan Musyawarah Nasional Luar Biasa untuk menentukan ketua umum baru. “Segera konsolidasi internal dalam rangka menyelamatkan partai,” ujarnya.

    Baca:
    Bambang Widjojanto: Setelah Setya Novanto Tersangka, KPK Harus...

    BW: Setya Novanto Tersangka, KPK Harus Antisipasi 3 Hal Ini

    Mengenai maraknya desakan supaya dia mundur, Setya hanya menjawab pendek. “Saya telah berusaha menjalankan tugas sebagai pimpinan untuk bangsa dan negara,” ucapnya.

    Bendahara Umum Golkar Robert Kardinal memastikan Setya Novanto tidak akan mundur. “Tidak ada Munas (Musyawarah Nasional), tidak akan mundur dari Ketua DPR,” ujarnya.

    ANDRI EL FARUQI | HUSSEIN ABRI DONGORAN | AHMAD FAIZ | AGUNGS

    Video Terkait:
    Setya Novanto Tersangka, Airlangga Hartarto: Golkar Berjalan seperti Biasa




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.