Cerita Menteri Lukman Penyebab Open House di Rumahnya Tertunda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menghadiri pemakaman wartawan senior Tempo, Ahmad Taufik di TPU Karet Kebembem, Jakarta, 24 Maret 2017. Tempo/Febri Husen

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menghadiri pemakaman wartawan senior Tempo, Ahmad Taufik di TPU Karet Kebembem, Jakarta, 24 Maret 2017. Tempo/Febri Husen

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin terpaksa harus menunda bertemu dengan sejumlah tamu di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra Jakarta Selatan pada open house Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah. Ia menuturkan baru pertama ini jadwal open house Lebaran nya bergeser selama menjadi Menteri Agama.

    “Saya mendampingi Pak Presiden menerima kunjungan Bachtiar Nasir cs (GNPF MUI), itu mengubah jadwal biasanya hari pertama,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kepada Tempo di Jakarta Selatan, Rabu, 28 Juni 2017, menceritakan open house Lebaran di rumahnya sempat tertunda.

    Baca juga:

    Cerita di Balik Pertemuan GNPF MUI dan Presiden Jokowi

    Lukman pun menceritakan kebiasaannya selama menjadi menteri saat momen Lebaran. Hari pertama dia biasa Salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal. Selepas salat ia berkunjung ke rumah mertuanya. Dalam hari sama, dia melanjutkan kunjungan ke Istana Presiden dan Wakil Presiden.

    Lukman mengatakan ada tempat selain itu yang biasa ia kunjungi. Yaitu kediaman almarhum Taufiq Kiemas (TK) di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. “Dulu ketika zamannya Pak TK masih ada, saya sangat dekat dengan Pak TK,” kata dia.

    Baca pula:

    Menteri Lukman dan Bachtiar Nasir pada Temu Kangen Alumni Gontor

    Sementara open house harus tetap digelar pada 25 Juni 2017. Karyawan dan staf di Kementerian Agama, ujar Lukman, banyak yang memintanya menggelar open house agar bisa bertemu. Sebab, kalau tidak begitu mereka tidak bisa bertemu pada saat Lebaran. Ia sedikit gusar lantaran jadwal yang berbarengan antara pertemuan GNPF MUI dan Presiden dengan open house di rumah dinasnya. Padahal hari pertama para stafnya akan kembali ke kampung halaman masing-masing.

    Setelah dari Teuku Umar tersebut barulah Lukman menggelar open house di Jalan Widya Chandra. “Nah kemarin siklus itu berubah, karena ada acara harus mendampingi Pak Presiden,” kata dia.

    Lukman mengaku baru bisa meninggalkan Istana Presiden pada pukul 13.10. Sampai di rumah dinasnya, ia mendapati sejumlah tamu telah menunggu lama dari jadwal open house pukul 11.00. Misalnya dari tokoh-tokoh agama, pejabat eselon I dan II, serta beberapa ormas keagamaan. “Beberapa tidak bisa bertemu saya karena sudah terlalu lama menunggu,” tutur Lukman.

    Meski mengecewakan para tamu open house saat Lebaran di rumahnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memandang pertemuan GNPF MUI dan Presiden adalah takdir yang bagus. Ia menilai positif pertemuan yang digagas oleh pihak GNPF MUI.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.