Arus Mudik 2017, Sumatera Barat Berpotensi Hujan Lebat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Ismar Patrizki

    ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Padang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau Sumatera Barat memprakirakan terdapat potensi hujan saat arus mudik 2017 menjelang Lebaran. Intensitas hujan diperkirakan sedang hingga lebat.

    "Dari kondisi dinamika atmosfer sementara ada potensi terjadinya hujan dengan intensitas lebat jelang Lebaran (selama arus mudik 2017)," ujar Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Minangkabau Achadi Subarkah Raharjo, Selasa 20 Juni 2017.

    Baca juga: H-5, Arus Mudik 2017 di Nagreg Meningkat 48 Persen

    Menurutnya, kemungkinan akan terjadi hujan selama dua hari antara 17 Juni hingga 25 Juni 2017. Hujan diprediksi terjadi di bagian barat seperti Mentawai, Padang, Padang Pariaman, Solok, Kota Solok, Pesisir Selatan, Pasaman Barat dan Tiku.

    Hujan akan meluas ke Sumatera Barat bagian tengah. Seperti di Kota Bukittinggi dan Padang Panjang. Potensi hujan di Riau juga meluas ke Limapuluh Kota, Sijunjung dan Dharmasraya.

    "Perlu diwaspadai beberapa titik yang rawan longsor, terutama pada jalur mudik. Alat berat perlu disiagakan," ujarnya.

    Achadi mengatakan ada anomali suhu muka laut, antara 1-1,5 derajat Celsius di wilayah perairan. Sehingga memudahkan terjadinya penguapan atau pasokan uap air ke atmosfer. Saat beberapa paramater pembentukan awan yang berpotensi hujan, akan ditambah intensitasnya dengan aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) di wilayah Sumatera Barat.

    Kata dia, saat ini posisi MJO di area 1 (Samudera Hindia), yang berdampak ke wilayah Sumatera Barat saat MJO masuki area 3. Pergerakan MJO saat ini masih melambat di area 1 tersebut. "Pergerakan menuju area 3 inilah yang kami masih pantau," ujarnya.

    Ia mengimbau para pemudik untuk mencari informasi cuaca sebelum memulai perjalanan mudik. Salah satunya bisa dengan mendownload di playstore/appstore: info BMKG.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat menyatakan ada 13 titik di jalur mudik yang rawan terjadi tanah longsor. Titik rawan tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota.

    Sekretaris BPBD Sumatera Barat Eliyusman mengatakan BPBD juga menyiapkan rambu-rambu di titik lokasi rawan bencana. Begitu juga dengan piket siaga dari H-7 sampai H+7 Lebaran di BPBD kabupaten dan kota.

    "Kami juga siagakan alat berat, perahu karet dan lainnya untuk antisipasi dampak dari bencana longsor dan banjir," ujarnya mengenai persiapan untuk menghadapi arus mudik 2017.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.