Polda Bali Imbau Pengendara Waspada agar Tak Celaka Saat Mudik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pemudik bersepeda motor antre masuk ke kapal penyeberangan pada H-4 Idul Fitri 1437H di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, 2 Juli 2016. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Ratusan pemudik bersepeda motor antre masuk ke kapal penyeberangan pada H-4 Idul Fitri 1437H di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, 2 Juli 2016. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Denpasar - Kapolda Bali Inspektur Jenderal Petrus Reinhard Golose berharap tidak terjadi antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk. Ia menjelaskan anggota kepolisian sudah diterjunkan untuk memantau arus mudik.

    Petrus mengimbau agar para pengemudi bisa menjaga kecepatan untuk menghindari risiko kecelakaan. "Kami utamakan adalah preentif dan preventif," katanya di lapangan Niti Mandala, Denpasar seusai gelar pasukan operasi Ramadniya, Senin, 19 Juni 2017 untuk pengamanan arus mudik.

    Baca juga:

    Angkutan untuk Mudik 2017 yang Tak Laik Jalan Akan Dikandangkan  

    Operator Seluler Jamin Jaringan Terbaik untuk Kemudahan Pemudik

    Di Bali, arus mudik sempat diwarnai kecelakaan di jalan utama dekat pelabuhan Gilimanuk Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Sabtu, 17 Juni. Kecelakaan antara truk tronton dan mobil travel itu menyebabkan delapan orang meninggal dunia. Mereka rombongan pemudik berasal dari Jember, Jawa Timur.

    Petrus mewaspadai agar peristiwa seperti itu tidak kembali terjadi. "Itu cenderung ke faktor manusia, tidak menutup kemungkinan kelalaian dan sebagainya," ujarnya.

    Namun Petrus Golose menegaskan pihak kepolisian juga fokus memantau arus mudik,  masuk dari luar ke Bali. "Di Bali (arus) yang keluar dan masuk itu hampir sama banyak, sebanding," tuturnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.