JCI Indonesia Jagokan AHY sebagai Figur Perdamaian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Harimurti Yudhoyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Agus Harimurti Yudhoyono. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Junior Chamber International (JCI) Indonesia menjagokan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY sebagai figur perdamaian. JCI merupakan organisasi pengusaha yang terafialiasi dengan lebih dari 120 negara ini akan mengadakan acara Ten of Outstanding Young Person (TOYP).

    Presiden JCI Indonesia Jandi Mukianto mengatakan JCI Indonesia memutuskan AHY untuk kategori perlindungan anak dan pencipta perdamaian karena dianggap layak menyandang sosok tersebut. “Karena kontribusi AHY mengenai perdamaian tidak diragukan dan sudah teruji, baik saat masih di militer maupun saat kembali ke dalam masyarakat sipil," kata Jandi dalam pesan tertulisnya, Senin, 12 Juni 2017.

    Baca: AHY Bicara Tentang Penguatan Kerja Sama Antar-Negara Asia Pasifik

    AHY menjadi keynote speaker di Asian Pacific Conference yang digelar di Mongolia pada 8 hingga 11 Juni 2017. Dalam materinya, ia juga mengangkat mengenai isu perdamaian.

    "Melihat tingginya animo peserta di Mongolia, kami berharap AHY juga dapat membagikan visinya dan menjadi keynote speaker soal perdamaian di markas PBB di New York, Amerika Serikat pada Agustus nanti," katanya.

    Baca: Agus Yudhoyono Bicara Perdamaian di Mongolia

    Vice President JCI Indonesia M Hadi Nainggolan menambahkan, pada acara Asian Pacific Confrence (ASPAC) yang dihadiri oleh 21 negara ini, Indonesia juga menandatangani pakta kerja sama dengan Malaysia. Menurut dia, kerja sama ini akan memperkuat hubungan di berbagai sektor. "Diharapkan hubungan kerja sama ini dapat langsung dilakukan. Kami berharap bukan hanya di bidang bisnis ekonomi, tapi pemberdayaan pemuda antarnegara,” kata dia.

    DESTRIANITA





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?