Novel Baswedan Mendapat 4 Tindakan Ini Setelah Operasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK, Novel Baswedan mendapat kunjungan setelah terkena siraman air keras, di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Jakarta, 11 April 2017. Novel Baswedan mendapat teror disiram air keras oleh seseorang setelah salat subuh berjamaah di masjid sekitar rumahnya di Kelapa Gading. Tempo/Budi Setiyarso

    Penyidik KPK, Novel Baswedan mendapat kunjungan setelah terkena siraman air keras, di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Jakarta, 11 April 2017. Novel Baswedan mendapat teror disiram air keras oleh seseorang setelah salat subuh berjamaah di masjid sekitar rumahnya di Kelapa Gading. Tempo/Budi Setiyarso

    TEMPO.COJakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah menjalani operasi membran sel mata, Kamis pekan lalu. Hari ini, tepatnya enam hari setelah operasi, tim dokter melakukan empat tindakan ini terhadap Novel.

    "Hari ini, setelah enam hari dilakukan operasi membran terhadap kedua mata Novel, dokter melakukan empat tindakan, yaitu uji membaca huruf dan angka, pemeriksaan tekanan mata, scanning mata, dan pengobatan," ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Rabu, 24 Mei 2017.

    Baca: Mata Kiri Novel Baswedan Masih Belum Bisa Baca Huruf

    Febri menyatakan tekanan kedua mata Novel normal dengan tekanan mata kanan sebesar 15 dan mata kiri sebesar 19. "Kemampuan melihat mata kiri meningkat dari kemarin, tapi masih sebatas melihat jari tangan dan mata kanan sedikit menurun pada level 80/24 dengan melihat huruf besar di papan uji," ia menjelaskan.

    Menurut Febri, penurunan pada mata kanan tersebut terjadi karena pemasangan membran dan lensa kontak yang merupakan konsekuensi dalam beberapa hari pasca-operasi dilakukan. "Diharapkan pemasangan membran akan merangsang pertumbuhan jaringan selaput mata secara signifikan," tuturnya.

    Untuk memastikan tidak ada infeksi, kata Febri, dilakukan scanning pada kedua mata Novel, di mana hasilnya bagus dan kondisi kedua mata dalam keadaan baik. Namun Novel merasakan mata kiri perih dan gatal serta radang di tenggorokan.

    Baca: Kontras Tuntut Pemerintah Bentuk Tim Usut Kasus Novel Baswedan

    Menurut dokter, kata Febri, perih dan gatal pada mata akan membaik. Apa yang dirasakan Novel itu terjadi karena operasi. Sedangkan untuk radang tenggorokan, ia menambahkan, dilakukan pengobatan.

    Terkait dengan penanganan kasus penyerangan Novel, Febri mengatakan KPK belum mendapat informasi terbaru. "Kami harap pelaku dapat diproses dan kasus ini bisa dituntaskan," ujarnya.

    Untuk pengusutan kasus Novel Baswedan tersebut, KPK dan Kepolisian Daerah Metro Jaya telah bersepakat akan melakukan pertemuan intensif setiap dua pekan. Kedua lembaga itu akan berbagi informasi agar dapat mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel.

    Baca: Kapolri Jelaskan 2 Metode yang Dipakai untuk Kasus Novel Baswedan

    Penyerangan terhadap Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017. Ketika itu, penyidik KPK tersebut tengah berjalan pulang dari menunaikan salat Subuh di masjid dekat rumahnya di Kepala Gading. Dua orang yang berboncengan sepeda motor tiba-tiba menyiramkan air keras ke wajah Novel sehingga kedua matanya terluka. Novel kemudian dibawa ke Singapura untuk menjalani pengobatan mata.

    ANTARA | RINA W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.