Apa Hubungan Hizbut Tahrir dan IPB Saat Ormas HTI Lahir?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa yang tergabung dalam Hizbut Tahrir indonesia (HTI) melakukan aksi unjukrasa di depan Istana Negara, Jakarta, Minggu (23/1). Mereka menyatakan bahwa pemerintah telah gagal menjalankan tugas pokok dan fungsi yang fundamental serta selamatkan bangsa Indonesia dengan hukum Syariah. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Massa yang tergabung dalam Hizbut Tahrir indonesia (HTI) melakukan aksi unjukrasa di depan Istana Negara, Jakarta, Minggu (23/1). Mereka menyatakan bahwa pemerintah telah gagal menjalankan tugas pokok dan fungsi yang fundamental serta selamatkan bangsa Indonesia dengan hukum Syariah. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi kemasyarakatan atau ormas HTI memang lahir dari kampus. Menurut kajian Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, HTI didirikan di Institut Pertanian Bogor atau IPB pada 1982 berkat dukungan Abdullah bin Nuh, pengasuh pondok pesantren di kota itu. Pendirinya Abdurrahman al-Baghdadi (bukan Baghdadi pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah), anggota Hizbut Tahrir Australia.

    Abdullah dan Abdurrahman bertemu di Sydney karena anak Abdullah bersekolah di sana pada awal 1980. Abdullah, yang memiliki santri mahasiswa IPB, lalu mengajak Abdurrahman ke Bogor. Sejak itu, menurut kajian TNI yang terbit pada 2010 tersebut, ormas HTI berkembang dari kampus ke kampus.

    Baca juga:
    HTI Mengakui Kampus Potensial sebagai Basis Kaderisasi
    Pembubaran HTI, Kejaksaan Agung Tunggu Permintaan Pemerintah

    Untuk menyebarkan gagasan khilafah--pemerintahan internasional berdasarkan hukum Islam--mahasiswa IPB mendirikan Badan Kerohanian Islam Mahasiswa, yang menjadi organ resmi kampus. Mahasiswa senior BKIM menjaring anggota baru saat hari pertama penerimaan mahasiswa. Anggota baru itu diajak masuk organisasi, yang menyediakan pondokan dan buku-buku kuliah.

    Ketua Umum BKIM 2016-2017, Muhammad Afifuddin al-Fakkar, menolak organisasinya dikaitkan dengan HTI secara langsung. “Kami simpatisan, meski silabus BKIM sama dengan organisasi itu, yaitu menegakkan syariat Islam,” katanya.

    Baca pula:
    Hadiri Acara Hizbut Tahrir Indonesia, Wiranto: Tak Berarti Setuju


    Ditanya Soal Bukti HTI Anti-Pancasila, Menteri Tjahjo: Rahasia  

    Persoalan ormas HTI mengemuka belakangan setelah ada keputusan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI, diambil dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di kantornya, Senin pekan lalu. Wiranto mengatakan Presiden Joko Widodo memerintahkan mengkaji sejumlah organisasi yang menentang Pancasila. Menurut Wiranto, HTI terindikasi kuat bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

    Liputan lebih lengkap terdapat di Majalah Tempo edisi 15-21 Mei 1997

    Syailendra Persada (Jakarta), Artika Rachmi Farmita (Surabaya), Iqbal T. Lazuardi (Bandung), Sidik Permana (Bogor)


  • HTI
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.