Siapkan 5 Calon, PKS dan Gerinda Incar Kursi Wali Kota Bogor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah massa pendukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ikut berkampanye pada kampanye perdana di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, (16/3). TEMPO/Subekti

    Sejumlah massa pendukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ikut berkampanye pada kampanye perdana di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, (16/3). TEMPO/Subekti

    TEMPO.COBogor - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra Kota Bogor, Jawa Barat, menyiapkan bakal calon wali kota dan wakil wali kota untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018. "PKS sudah menyiapkan lima nama calon dari internal partai. Pada 11 Mei nanti akan diseleksi lagi menjadi tiga nama," kata Ketua DPD PKS Kota Bogor Atang Trisnanto seusai deklarasi Koalisi Merah Putih Kota Bogor, Minggu, 7 Mei 2017.

    Atang menyebutkan, dari tiga nama bakal calon internal PKS, akan dikerucutkan lagi menjadi satu nama. PKS juga terbuka untuk calon di luar partai, seperti yang diusung Partai Gerindra, yang kini menjadi sekutu.

    Lima nama tersebut adalah Ahmad Ru'yat, kini Wakil Wali Kota Bogor, Atang Trisnanti, Najamuddin, Iwan Suryawan, dan Eki Muharam. "Saat ini baru penjaringan internal. Kami juga akan melakukan penjaringan eksternal partai. Ini melihat situasi di lapangan," kata Atang.

    Ketua Partai Gerindra Bogor Sopia menyebut sudah membentuk badan pemenangan pilkada dan menyiapkan calon dari internal. Berdasarkan hasil pleno pada 5 Maret lalu, ada tujuh nama yang diusulkan. Setelah diseleksi pada 15 April, mengerucut menjadi dua dan akhirnya ada satu nama yang dicalonkan dari partai berlambang kepala garuda tersebut.

    "Dari tiga nama yang diseleksi, mengerucut menjadi dua, dan kini sudah ada satu nama calon dari Gerindra," kata Sopian tanpa menyebut nama. Sopian menambahkan, Gerindra ingin membangun komunikasi dengan partai politik lain. Sebab, untuk membangun Kota Bogor, tidak cukup dengan dua atau tiga parpol, tapi semua partai politik. "Dengan Koalisi ini, Gerindra bisa total membangun Kota Bogor dan memenangi pilkada 2018," katanya.

    Atang menambahkan, menghadapi pilkada 2018, partai politik harus mampu menghadirkan pasangan calon yang berkualitas. "Pilkada 2018 akan dimulai, koalisi PKS dan Gerindra mampu membangun dinamisasi, menambah performa kerja, baik eksekutif maupun legislatif," katanya.

    Dalam pilkada 2013 PKS dan Gerindra tidak berada dalam satu perahu. Saat ini Gerindra berada di kubu parpol pendukung pemerintah bersama PAN dan Demokrat. Dalam pilkada 2018, Gerindra memilih berkoalisi dengan PKS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.