Sidang E-KTP, Nazaruddin Sebut Anas Urbaningrum Terima Duit E-KTP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana yang juga mantan Anggota DPR M Nazaruddin memasuki Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, 27 September 2016. TEMPO/Eko siswono Toyudho

    Terpidana yang juga mantan Anggota DPR M Nazaruddin memasuki Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, 27 September 2016. TEMPO/Eko siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Mantan Bendahara Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin mengungkapkan bahwa mantan Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Anas Urbaningrum, menerima sejumlah uang dari proyek pengadaan e-KTP atau kartu tanda penduduk elektronik, di sidang e-KTP hari ini. Uang tersebut diduga berkaitan erat untuk membantu pencalonan Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres.

    Nazaruddin menyebut Anas menerima duit dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong. Ia menuturkan Andi memberi Anas uang Rp 20 miliar. Duit itu untuk memenangkan Anas dalam Kongres II Partai Demokrat di Bandung 21-23 Mei 2010. Menurut Nazaruddin, uang itu diserahkan melalui bendahara. Alokasi uang itu termasuk untuk penginapan peserta kongres.

    Baca: Sidang E-KTP, Nazaruddin Cerita Pertemuan Anas, Ignatius, Mustoko

    Menurut Nazaruddin, uang Rp 20 miliar diberikan kepada Eva Ompita Soraya, sekretarisnya, untuk keperluan kongres. Eva berperan mengalokasikan uang tersebut untuk keperluan kongres. “Memang saya ketahui, saya lihat, dan saya ikut dalam pembicaraan,” kata Nazaruddin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 3 April 2017.

    Nazaruddin mengatakan duit Rp 20 miliar tersebut termasuk bagian dari komitmen fee senilai Rp 500 miliar. Selain itu, ia menyebut Anas menerima duit US$ 3 juta. Duit itu diserahkan ke Fahmi, orang kepercayaan Anas. Semua fulus yang mengalir ke Anas adalah bentuk fee karena Anas telah membantu memuluskan proyek senilai Rp 5,9 triliun itu.

    Awalnya, anggota Komisi Pemerintahan DPR, Ignatius Mulyono dan Mustokoweni, menemui Anas untuk membicarakan proyek e-KTP. Dua orang itu disebut telah mengenal lama pengusaha Andi Narogong. Mereka merekomendasikan Andi mengurus proyek tersebut.

    Baca juga: Anas Urbaningrum dan Nazaruddin Akan Dihadirkan di Sidang E-KTP

    Nazaruddin menuturkan berkat rekomendasi itu, Andi bertemu dengan Anas. Anas pun, kata dia, waktu itu sepakat menyetujui proyek e-KTP. Andi disebut telah meyakinkan Anas bahwa proyek itu akan berjalan lancar. Saat pertemuan itulah Andi menjelaskan secara detail proyek e-KTP, termasuk bagi-bagi untuk DPR.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.