Hasyim Muzadi Wafat, Umat Katolik Batu Kehilangan Sosok Pengayom  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelayat mengantar keberangkatan jenazah KH. Hasyim Muzadi di pondok pesantren Al- Hikam, Malang, Jawa Timur 16 Maret 2017. Jenazahnya akan dibawa menuju pondok pesantren Al- Hikam di Depok, Jawa Barat untuk dimakamkan. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pelayat mengantar keberangkatan jenazah KH. Hasyim Muzadi di pondok pesantren Al- Hikam, Malang, Jawa Timur 16 Maret 2017. Jenazahnya akan dibawa menuju pondok pesantren Al- Hikam di Depok, Jawa Barat untuk dimakamkan. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Batu -Tokoh dari lintas iman di Kota Batu, Jawa Timur merasa kehilangan atas wafatnya Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Hikam Kiai Haji Hasyim Muzadi. Salah satunya Romo Michael Agung, pimpinan Gereja Paroki Gembala Baik Kota Batu. "Kiai Hasyim Muzadi sebenarnya bukan hanya milik Nahdlatul Ulama dan umat Islam, tetapi milik bangsa," kata Romo Mochael, Jumat 17 Maret 2017.

    Bagi pemuka agama Katolik, kata dia, Hasyim Muzadi adalah tokoh besar dan seorang negarawan. "Dia mengerti dengan baik siapa dan bagaimana orang Indonesia harus tumbuh dan berkembang di negaranya sendiri," ujarnya.

    Baca: Jenazah Hasyim Muzadi Diterbangkan, Tokoh Lintas Iman Ikut Melayat

    Keberagaman, kata Romo Michael, menjadi alasan utama untuk saling menghormati dan menghargai. Termasuk harus bekerjasama untuk mencapai kesejahteraan hidup bersama. Tanpa melihat perbedaan suku, agama, ras dan golongan. "Kecintaan terhadap filosofi Pancasila menjadikan beliau selalu sebagai pembela kaum minoritas," ujarnya.

    Peranan Kiai Hasyim, kata Michael, dirasakan saat Gereja Katolik Keuskupan Malang di Situbondo dibakar massa pada 1996. Menurutnya, Hasyim yang kala itu membela dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi umat Katolik di Situbondo. "Kiai Haji Hasyim Muzadi meyakinkan peristiwa itu bukan karena faktor perbedaan keyakinan," katanya.

    Simak: Hasyim Muzadi Wafat, Gus Sholah: Indonesia Kehilangan Tokoh Besar

    Sikap Hasyim itu membuat umat Katolik merasa nyaman dan memiliki kekuatan untuk menjaga kebangsaan dan persatuan. "Menjadikan kita berani untuk megang teguh membangun persaudaraan sejati lintas agama dan suku," ujarnya.

    Untuk mendoakan kepergian Hasyim, umat Katolik menggelar misa di gereja setempat pada Kamis malam, 16 Maret 2017. Sebelum misa dan doa bersama, mereka memutar video perjalanan hidup bekas Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

    EKO WIDIANTO

    Video Terkait:
    KH Hasyim Muzadi: Ulama, Dosen, Politisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.