JPU: Ucapan Ahok Soal Al-Maidah 51 Tak Berdiri Sendiri, Artinya ...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (tengah) berbincang dengan kuasa hukumnya dalam sidang lanjutan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 7 Maret 2017. Ketiga saksi adalah adalah Bambang Waluyo Djojohadikoesoemo, Analta Amier dan Eko Cahyono. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (tengah) berbincang dengan kuasa hukumnya dalam sidang lanjutan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 7 Maret 2017. Ketiga saksi adalah adalah Bambang Waluyo Djojohadikoesoemo, Analta Amier dan Eko Cahyono. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua jaksa penuntut umum, Ali Mukartono, mengatakan ucapan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menyitir kitab suci Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu tidak berdiri sendiri dan saling berkaitan.

    Hal tersebut kembali ditanyakan jaksa kepada saksi fakta yang dihadirkan pada sidang lanjutan dugaan penistaan agama yang digelar Selasa, 7 Maret 2017.

    Pada saksi pertama, Ali menanyakan kepada eks calon Wakil Gubernur Bangka Belitung, Eko Cahyono, soal kegagalan mereka dalam pilkada Bangka Belitung 2007. Waktu itu, Eko menjawab penyebab kekalahan mereka adalah penggelembungan suara.

    Baca: Jadi Saksi, Eks Cawagub Ahok: Yakin, Tak Ada Penistaan Agama

    Selain itu, Eko menuturkan kekalahan mereka juga disebabkan adanya selebaran larangan memilih pemimpin dengan menggunakan Surat Al-Maidah aya 51.

    "Nah, berarti Al-Maidah sudah diposisikan sebagai penghambat," ujar Ali di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa, 7 Maret 2017.

    Kemudian, Ali juga menanyakan hal yang sama pada saksi fakta lainnya, yaitu Wakil Ketua Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat dan Kebijakan Publik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) DKI Bambang Waluyo Djojohadikusumo. Ali juga menanyakan pernah atau tidaknya pembahasan Surat Al-Maidah ayat 51.

    "Nah saksi ini juga seperti itu. Ketika dia katakan berasal partai pengusung dan ditanyakan apakah kegagalan di Bangka Belitung juga dibahas, dijawab 'Iya'. Artinya dibahas Al-Maidah dibahas sebelum ke Kepulauan Seribu," ujar Ali.

    Simak: Sidang Ahok Hadirkan 3 Saksi Meringankan, Siapa Mereka?

    Ali menilai penyataan Ahok soal Al-Maidah merupakan rangkaian. Selain itu, Ali menilai ucapan tersebut tidak bisa berdiri sendiri dan saling berkaitan. Sehingga, jaksa menilai ucapan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba.

    Saat ditanya awak media makna soal apakah rangkaian tersebut bisa meringankan atau memberatkan Ahok, Ali tak mau berkomentar. "Tunggu tuntutan saya," ujarnya.

    LARISSA HUDA

    Baca juga: Kasus E-KTP, KPK: Bersabarlah Soal Nama-nama yang Terseret


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.