Kasus Makar, Polda Metro: Kekurangannya, Penyidik yang Tahu  

Reporter

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi RP Argo Yuwono. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

TEMPO.CO, Jakarta – Belum adanya titik terang terhadap pelimpahan kasus makar yang disangkakan antara lain kepada Sri Bintang Pamungkas dan Rachmawati Soekarnoputri menjadi tanda tanya sebagian kalangan. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan kekurangan mengenai kelengkapan berkas kasus makar hanya penyidik yang mengetahui. “Kekurangannya penyidik yang tahu,” katanya, Senin, 6 Maret 2017.

Baca juga: Kasus Makar, Polisi Gelar Evaluasi Pra-Pemberkasan

Sejak ditetapkannya tujuh tersangka pada awal Desember 2016, bertepatan dilakukannya aksi massa 212, hingga saat ini berkas masih belum lengkap. Adapun 10 orang yang ditangkap adalah Ahmad Dhani, Eko, Aditya Warman, Kivlan Zein, Firza Husein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, Jamran, dan Rizal Kobar.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Waluyo mengatakan berkas perkara tersangka kasus makar dan pelanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) masih belum lengkap. Karena itu, berkas-berkas tersebut akan segera dikembalikan ke penyidik Polda Metro Jaya.

Baca pula:
Dugaan Makar, Berkas Sri Bintang Segera ke Kejaksaan
Kejaksaan Kembalikan Berkas Tersangka Makar

“Setelah dilakukan penelitian, berkas ternyata masih kurang dan akan dikembalikan,” kata Waluyo, 14 Januari 2017. Berkas perkara makar yang telah dirampungkan penyidik kepolisian adalah milik Sri Bintang Pamungkas. Adapun berkas tersangka pelanggar UU ITE yang telah kelar adalah atas nama Rizal dan Jamran.

Waluyo menyatakan ketiga berkas perkara itu telah diterima kejaksaan pada Jumat, 6 Januari 2017. Namun alat-alat bukti yang dilampirkan dalam berkas itu masih kurang.

Beberapa tersangka tersebut tak ditahan, kecuali Sri Bintang Pamungkas. Sedangkan Firza Husein setelah ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua selama 23 hari, pada 22 Februari 2017 dikabulkan permohonan penangguhan penahanannya. Menurut pengacaranya, Firza kini tengah menenangkan diri dan memulihkan kondisi psikoligisnya.

BENEDICTA ALVINTA | S. DIAN ANDRYANTO







Mabes Polri: Pimpinan Khilafatul Muslimin Ditangkap di Lampung

7 Juni 2022

Mabes Polri: Pimpinan Khilafatul Muslimin Ditangkap di Lampung

Pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qodir Baraja ditangkap di Lampung oleh tim Polda Metro Jaya.


3 Pimpinan Khilafatul Muslimin Jadi Tersangka Dugaan Makar

7 Juni 2022

3 Pimpinan Khilafatul Muslimin Jadi Tersangka Dugaan Makar

Polda Jawa Tengah menjerat tiga pimpinan kelompok Khilafatul Muslimin yang bertanggung jawab atas pembagian pamflet pendirian khilafah.


Sultan Hamid II Perancang Lambang Negara Indonesia, Siapa Dia?

3 Juni 2022

Sultan Hamid II Perancang Lambang Negara Indonesia, Siapa Dia?

Sultan Hamid II perancang lambang negara Indonesia. Pada akhir kisah hidupnya, ia pernah dituduh makar dan dianggap bersekongkol dengan Westerling.


Rektor: Nama UCY Dicatut dalam Pengangkatan Guru Besar Sri Bintang Pamungkas

23 September 2021

Rektor: Nama UCY Dicatut dalam Pengangkatan Guru Besar Sri Bintang Pamungkas

Kampus UCY pun saat ini tidak memiliki pengajar bergelar profesor atau guru besar.


Dilaporkan karena Kasus Makar, LBH Bali Anggap Bentuk Kriminalisasi

5 Agustus 2021

Dilaporkan karena Kasus Makar, LBH Bali Anggap Bentuk Kriminalisasi

Dituding makar, Direktris Lembaga Bantuan Hukum Bali Ni Kadek Vany Primaliraning menganggap pelapornya tak paham tugas advokat.


Direktur LBH Bali dan 4 Mahasiswa Papua Dituduh Makar, Amnesty: Tak Berdasar

4 Agustus 2021

Direktur LBH Bali dan 4 Mahasiswa Papua Dituduh Makar, Amnesty: Tak Berdasar

Amnesty International Indonesia mengkritik pelaporan terhadap Direktur LBH Bali, Ni Kadek Vany Primaliraning dan empat mahasiswa Papua ke polisi


Rachmawati Soekarnoputri: Pernah Dituduh Makar Sampai Sebut MPR Macan Ompong

3 Juli 2021

Rachmawati Soekarnoputri: Pernah Dituduh Makar Sampai Sebut MPR Macan Ompong

Rachmawati Soekarnoputri pernah dituduh akan melakukan makar karena ingin mengembalikan UUD 1945 ke naskah asli,


Dianggap Mengancam Yordania, Ini 5 Fakta Soal Pangeran Hamzah Bin Hussein

5 April 2021

Dianggap Mengancam Yordania, Ini 5 Fakta Soal Pangeran Hamzah Bin Hussein

Hamzah bin Hussein menjadi sorotan internasional. Raja Abdullah II menangkap dan menjadikannya tahanan rumah, dianggap mengancam keamanan Yordania.


Pemerintah Yordania Tuduh Pangeran Hamzah Berkomplot dengan Pihak Asing

5 April 2021

Pemerintah Yordania Tuduh Pangeran Hamzah Berkomplot dengan Pihak Asing

Pemerintah Yordania menjustifikasi penahanan Hamzah bin Hussein yang sebelumnya bergelar putra mahkota. Ia dituduh telah berkomplot dengan pihak asing


Penangkapan Putra Mahkota Dianggap Bisa Berdampak Buruk Bagi Raja Yordania

5 April 2021

Penangkapan Putra Mahkota Dianggap Bisa Berdampak Buruk Bagi Raja Yordania

Pakar mengkhawatirkan langkah Raja Abdullah II memerintahkan penangkapan dan penahanan anggota keluarga Kerajaan Yordania.