Garuda Wisnu Kencana Belum Pastikan Kunjungan Raja Salman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mengenal Pangeran Arab yang Dibawa Raja Salman ke Indonesia.

    Mengenal Pangeran Arab yang Dibawa Raja Salman ke Indonesia.

    TEMPO.CO, Kuta Selatan - Rombongan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud telah memasuki hari ketiga liburan di Bali. Selama di Bali, Raja Salman menginap di hotel Saint Regis, Nusa Dua.

    Di kawasan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, ada dua obyek wisata yang rencananya akan dikunjungi Raja Salman, yaitu Pantai Uluwatu dan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK).

    Direktur Operasional Garuda Wisnu Kencana Seno Andhikawanto mengatakan, hingga tadi malam, belum ada kepastian Raja Salman akan mengunjungi GWK. Namun beberapa hari sebelumnya Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sudah melakukan survei untuk keamanan.

    Baca juga:
    Raja Salman di Bali, Ini Kata Asita Soal ke Uluwatu dan GWK
    Bisa Jadi Raja Salman ke Bali untuk Wisata Toleransi

    "Betul sudah ada pengamanan dan eskalasi untuk jalur masuk. Kami belum bisa pastikan batal, bisa saja ada kemungkinan (besok atau lusa)," kata dia, Senin, 6 Maret 2017. "Pihak pengamanan yang berkoordinasi dengan kami pun belum bisa memastikan."

    Raja Salman direncanakan mengunjungi GWK hari ini. Pantauan Tempo di lokasi pukul 13.00 Wita, petugas kepolisian, yang terdiri atas Brimob dan Provost dalam jumlah banyak, berada di kawasan GWK. Tepat di samping Amphitheater terdapat satu mobil baracuda.

    Namun hingga pukul 17.00 Wita tidak ada kepastian Raja Salman ataupun rombongan mengunjungi GWK. Saat siang, suasana di GWK tidak terlalu ramai, tapi ketika sore, kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara mulai ramai seperti biasanya.

    BRAM SETIAWAN

    Simak: Sidang Ahok Hadirkan 3 Saksi Meringankan, Siapa Mereka?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.