Gempa Bermagnitudo 5,2 Goyang Bandung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengukuran amplitudo maksimal (amak) pada alat seismograf / ilustrasi kekuatan gempa. ANTARA FOTO

    Pengukuran amplitudo maksimal (amak) pada alat seismograf / ilustrasi kekuatan gempa. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bandung - Gempa tektonik bermagnitudo 5,2 mengguncang Bandung hingga Pangandaran, Jawa Barat. Lindu dari Samudera Hindia pada pukul 01.53, Kamis, 16 Februari 2017 itu, berjarak 96 kilometer arah barat daya Bandung dengan kedalaman 61 kilometer dari permukaan laut.

    "Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono lewat keterangan tertulis, Kamis, 16 Februari 2017.

    Guncangan gempa yang membuat orang terbangun dari tidur tersebut terasa dengan skala II versi BMKG atau III MMI. "Dampak guncangan terasa di Bandung, Pangalengan, Pelabuhan Ratu, Ciamis, Pangandaran, dan Tasikmalaya," kata Daryono.

    Gempa itu tergolong berkedalaman menengah yang dipicu aktivitas subduksi lempeng di Zona Benioff. Dalam hal ini, Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia dengan laju sekitar 70 milimeter per tahun.

    Berdasarkan situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa berkekuatan 5,1 skala Richter terjadi di Garut, Jawa Barat, pukul 01.53.35. Pusat gempa berada di 66 kilometer sebelah barat daya Garut dengan kedalaman gempa 19 kilometer.

    ANWAR SISWADI | TSE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.