Santap Ayam Bakar, 98 Orang Tepar Keracunan Makanan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga membakar ayam untuk acara makan bersama, pada akhir tradisi Bersih Sendang di Pudakpayung, Semarang, 27 Juni 2014. TEMPO/Budi Purwanto

    Seorang warga membakar ayam untuk acara makan bersama, pada akhir tradisi Bersih Sendang di Pudakpayung, Semarang, 27 Juni 2014. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Purbalingga -Sebanyak 98 orang, warga Desa Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet Purbalingga, Jawa Tengah dilaporkan mengalami keracunan makanan setelah menyantap ayam bakar. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis malam, 9 Februari 2017. "Sekarang sudah kami beri anti-biotik, rehidrasi untuk memulihkan kondisi cairan, dikasih infus dan obat-obatan di puskesmas dan rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, Hanung Wikantono kepada Tempo, Jumat, 10 Februari 2017.

    Hanung menambahkan, ayam bakar yang beracun berasal dari salah seorang warga bernama Sukarti. Dari hasil data yang diperolehnya, ayam yang diolah oleh Sukarti berasal dari tempat pemotongan. Sedangkan Sukarti sudah berjualan ayam bakar dua tahun ini. "Sekarang sampel ayam bakarnya sudah kami kirimkan ke laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi untuk kami teliti lebih lanjut," ujarnya.

    Baca:
    Cara Cepat Mengatasi Keracunan Makanan
    Pertolongan Pertama pada Keracunan Makanan

    Dari 98 warga yang mengalami keracunan, kata Hanung, sebanyak 21 orang masih rawat inap di Puskesmas Serayu Larangan, sebanyak 21 orang dirujuk di Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, sedangkan 57 orang lainnya sedang menjalani rawat jalan. "Dengan rincian lansia 10 orang, balita 7 orang, anak-anak 12 orang, remaja 16 orang, dan dewasa 53 orang," katanya.

    Menindaklanjuti itu, Hanung berencana akan melakukan penyelidikan epidemiologi bersama Dinas Pertanian untuk menyelidiki sumber ayam yang diperoleh. Selain itu, dia akan melakukan keamanan pangan dengan memberikan cara pengolahan kepada penjual makanan. "Akan kami berikan penyuluhan kepada warga tentang perilaku hidup bersih," katanya.

    Baca pula: Puluhan Warga Jeneponto Keracunan Kerang Laut

    Direktur RSUD dr R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, Nonot Mulyono, menerangkan gejala keracunan yang dialami oleh 21 warga yang dirawat inap diantaranya pusing, mual, muntah, panas, dan diare. "Warga yang mulai dirujuk ke RSUD mulai jam 9 malam kemarin (Kamis),” ujarnya.

    Dia mengatakan hampir sebagian besar warga mengalami infeksi pencernaan. Hal itu, kata Nonot, bisa disebabkan oleh keracunan, bakteri, dan mikro organisme. "Kami selaku rumah sakit pemerintah akan memberikan pelayanan gratis sampai sembuh,” kata dia.

    Asriyani, 21 tahun, warga RT 2 RW 2 Desa Serayu Larangan mengatakan, dia makan ayam bakar yang tidak jauh dari tempatnya bekerja di PT Sungsing pada Kamis siang dan malam. Pada Jumat pagi, ibu Asriyani mengeluh kesakitan pada bagian perut. "Ketika saya antarkan ibu saya periksa, saya juga mengalami gejalan yang sama," katanya.

    Sunah, 21 tahun, warga RT 3 RW 4 Desa Serayu Larangan menjelaskan, warung yang ditempati oleh Sukarti selain menjual ayam bakar, juga menjual ayam masih kondisi mentah untuk dijual kembali. Dia yang mengaku sering makan di tempat tersebut, pada pukul 6 sore, Kamis, badannya terasa menggigil.

    Selain itu, ia pun merasakan pusing dan mual. Sadar kondisinya tidak dalam keadaan baik, Sunah memeriksakan diri di Puskesmas Serayu Larangan saat itu juga. "Saya pesan banyak waktu itu, 9 anggota keluarga saya dari kakak kandung, suami, dan mertua juga mengalami keracunan ayam bakar," katanya.

    BETHRIQ KINDY ARRAZY

    Simak: Polisi Bakar Bilik Nyabu Si Markawi Bandar Narkoba Sabu-Sabu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.