Malaysia Deportasi 4.011 TKI Via Nunukan,Terbanyak dari NTT

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buruh berdesak-desakan naik ke kapal angkutan resmi KM Nunukan Ekspres yang ditumpangi TKI yang bekerja di Negeri Sabah, Malaysia saat tiba di Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, 1 April 2016. ANTARA FOTO

    Buruh berdesak-desakan naik ke kapal angkutan resmi KM Nunukan Ekspres yang ditumpangi TKI yang bekerja di Negeri Sabah, Malaysia saat tiba di Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, 1 April 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Nunukan -Sebanyak 4.011 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dideportasi pemerintah Kerajaan Malaysia melalui Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara selama 2016. 
    Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Nasution di Nunukan, Rabu, 4 Januari 2017 mengatakan, ribuan TKI ilegal yang dideportasi itu sebagian besar melanggar soal keimigrasian.

    Selebihnya tersangkut kasus narkoba dan tindak kriminal lainnya seperti pencurian, perampokan, pembunuhan dan penganiayaan, kata dia. "Pelanggaran keimigrasian yang terbanyak disusul kasus narkoba," kata Nasution.

    Baca juga:

    RI Negara Terbesar Ketiga Pemasok Buruh Maritim

    Sebelum TKI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini dideportasi, lanjut Nasution, mereka telah menjalani hukuman di penjara mapun pusat tahanan sementara (PTS) di Negera Bagian Sabah, Malaysia dengan jangka waktu sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya.

    Dari 4.011 TKI yang dideportasi itu masing-masing berasal dari Sulawesi Selatan sebanyak 2.348 orang disusul Nusa Tenggara Timur sebanyak 659 orang, Pulau Jawa (105), Nusa Tenggara Barat (84), Sulawesi Tengah (88), Kalimantan Utara (51) dan Kalimantan Selatan (12).

    Kemudian  dari Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, dan Maluku masing-masing lima orang, Sulawesi Tenggara (3), Sumatera (1) dan warga negara Malaysia sebanyak 645 orang.

    Selanjutnya, dari ribuan TKI ilegal tersebut dideportasi pada Januari 2016 sebanyak 282 orang, Pebruari (518), Maret (393), April (338), Mei (371), Juni (604), Juli (450), Agustus (278), September (388), Oktober (183), Nopember (173) dan Desember (33).
    Sesuai jenis kelamin, laki-laki berjumlah 3.193 orang dan perempuan sebanyak 818 orang.

    ANTARA

    Simak juga:

    Menteri Hanif: Jumlah Tenaga Kerja Asing Masih Terkontrol

    Penyebar Isu Tenaga Kerja Asal Cina Sudah Teridentifikasi  
    Jokowi Buka Suara tentang Isu Serbuan Tenaga Kerja Cina


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.