Sepanjang 2016, Jawa Barat Terpapar 1.074 Bencana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan Kampung Tanggap Bencana membawa murid SDN Bojongasih dengan perahu di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 8 Maret 2016. Siswa menerobos banjir untuk tetap melaksanakan ujian tengan semester. TEMPO/Prima Mulia

    Relawan Kampung Tanggap Bencana membawa murid SDN Bojongasih dengan perahu di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 8 Maret 2016. Siswa menerobos banjir untuk tetap melaksanakan ujian tengan semester. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat, sepanjang 2016 (Januari-November), telah terjadi 1.074 bencana alam yang terdiri atas 227 kebakaran, 206 banjir, 439 kali tanah longsor, 164 puting beliung, dan 38 gempa bumi.

    "Untuk rekapitulasi kejadian bencana di wilayah Jawa Barat, sepanjang tahun 2016, ada 1.074 kejadian bencana dengan bencana tanah longsor paling sering terjadi, yakni mencapai 439 kali," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Mitigasi BPBD Provinsi Jawa Barat Alif Nur Anhar di Bandung, Selasa, 3 Januari 2017.

    Baca juga:
    Pangandaran Diguncang Gempa 5,1 Skala Richter

    Ia menjelaskan, ada sejumlah kabupaten/kota yang sering terpapar atau mengalami bencana tanah longsor, yakni Kabupaten Kuningan (66 kali), Kabupaten Tasikmalaya (59 kali), Kabupaten Sukabumi (49 kali), dan Kabupaten Bogor (46 kali).

    Menurut dia, sebanyak 40.627 kepala keluarga atau sekitar 122.182 jiwa terdampak akibat 1.074 bencana alam yang terjadi dalam kurun waktu Januari-November 2016 di Provinsi Jawa Barat. "Selain itu, 23 orang dinyatakan hilang, 89 orang meninggal dunia, dan ada 6.408 KK atau 28.035 jiwa mengungsi akibat 1.074 bencana alam tersebut," ujarnya.

    Ia mengatakan Provinsi Jawa Barat yang masuk dalam provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia memiliki karakteristik perpaduan daerah pegunungan dan memiliki curah hujan tinggi. "Maka beberapa daerah merupakan atau masuk daerah rawan banjir, tanah longsor, dan gempa bumi," tuturnya.

    Karena itu, kata Alif, Pemprov Jawa Barat terus berupaya mengantisipasi kemungkinan bencana yang mungkin terjadi di wilayahnya, yakni dengan melakukan upaya mitigasi dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana banjir dan longsor.

    ANTARA

    Simak:
    Hadiri Sidang di Ragunan, Ahok Datang Pakai Batik
    Soeharto, Baasyir, dan Ahok Disidang di Auditorium ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.