Aksi 212, Umat Islam Solo Berangkat dengan 44 Bus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus yang akan membawa rombongan Laskar Fastabiqul Khoirot Yogyakarta ikut aksi 212 di Monas, Jakarta, Kamis, 1 Desember 2016.  (Tempo/Muh Syaifullah)

    Bus yang akan membawa rombongan Laskar Fastabiqul Khoirot Yogyakarta ikut aksi 212 di Monas, Jakarta, Kamis, 1 Desember 2016. (Tempo/Muh Syaifullah)

    TEMPO.CO, Solo - Umat muslim Solo hari ini berangkat menuju Jakarta untuk mengikuti aksi 212 di Lapangan Monas, Jumat, 2 Desember 2016. Mereka berangkat menggunakan 44 bus dan puluhan mobil pribadi.

    Rombongan peserta aksi itu berangkat dari Sekretariat Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) yang berada di Laweyan. Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta Komisaris Besar Ahmad Lutfhi memberikan pengarahan kepada rombongan sesaat sebelum berangkat.

    Juru bicara rombongan, Endro Sudarsono, menyebutkan keberangkatan massa itu dikoordinasi oleh DSKS.

    "Jumlah peserta lebih dari 2.000 orang," kata Endro, Kamis, 1 Desember 2016. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibanding massa yang diberangkatkan dalam aksi pada awal November lalu.

    Rencananya, mereka akan transit di sebuah kantor yayasan setibanya di Jakarta. "Jaraknya sekitar 2 kilometer dari Monas," ucap Endro.

    Selanjutnya, mereka akan bergabung dengan massa lain di Lapangan Monas.

    Semula, pihaknya hanya akan memberangkatkan 25 bus untuk mengikuti aksi tersebut. Namun mereka akhirnya harus menambah armada lantaran besarnya antusias masyarakat yang akan ikut.

    Kepala Polresta Surakarta Komisaris Besar Ahmad Lutfhi menyatakan polisi tidak menghalang-halangi keberangkatan tersebut.

    "Kami justru memberikan fasilitas yang mungkin dibutuhkan," ujar Lutfhi.

    Menurut Lutfhi, polisi telah menyiapkan sejumlah pos pemberhentian di beberapa titik. "Ada pelayanan kesehatan serta logistik," katanya.

    AHMAD RAFIQ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.