Aksi 2 Desember, Kapolda Minta Masyarakat Tak Khawatir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa dari Gema Pembebasan melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Bandung, 5 November 2016. Mereka menuntut pemerintah untuk segera memproses Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait isu penistaan agama. TEMPO/Prima Mulia

    Mahasiswa dari Gema Pembebasan melakukan aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Bandung, 5 November 2016. Mereka menuntut pemerintah untuk segera memproses Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait isu penistaan agama. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan meminta masyarakat tidak mengkhawatirkan rencana unjuk rasa pada 2 Desember 2016. "Masyarakat tetap tenang beraktivitas seperti biasa," kata Iriawan, di Jakarta, Senin, 21 November 2016.

    Iriawan mengatakan Polri dan TNI siap mengamankan unjuk rasa serta menjaga ketertiban umum sehingga masyarakat diimbau tidak khawatir.

    Jenderal polisi bintang dua itu menuturkan, publik harus memberikan kesempatan kepada aparat kepolisian terkait penanganan kasus yang menjerat Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

    Iriawan mengatakan penyidik kepolisian berupaya mempercepat pemberkasan tersangka Ahok agar segera dilimpahkan ke kejaksaan.

    Penyidik kepolisian mengupayakan pelimpahan tahap pertama berkas berita acara pemeriksaan Ahok ke kejaksaan sebelum 2 Desember 2016.

    Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) akan menggelar unjuk rasa lanjutan pada Jumat, 2 Desember 2016.

    Agenda aksi itu mendesak penyidik kepolisian menahan Ahok sebagai tersangka dugaan penistaan agama.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara