Mantan Panglima GAM Mendaftar Jadi Gubernur Aceh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

    Mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Partai terbesar di Aceh, Partai Aceh, resmi mencalonkan pasangan Muzakir Manaf-T.A. Khaled sebagai calon Gubernur Aceh dalam pilkada 2017. Mereka mendaftar ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Kamis, 22 September 2016.

    Diiringi oleh tiga ratusan pendukungnya, Manaf–Khaled diterima Ketua KIP Aceh Ridwan Hadi dan komisioner KIP lainnya, Basri M. Sabi, Junaidi, Robby Syah Putra, dan Fauziah. “Berkas pendaftaran sudah kami terima, nanti akan diverifikasi,” kata Ridwan.

    Kepada wartawan di Media Center KIP Aceh, Muzakir Manaf, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh, mengatakan siap bertanding dalam pilkada 2017. “Kami berharap semua berlangsung normal, tidak ada saling fitnah dan saling singgung,” katanya. Muzakir kini berstatus inkumben karena menjabat Wakil Gubernur Aceh.

    Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka itu ikut mengimbau pendukungnya dan seluruh masyarakat Aceh dapat menjaga suasana damai agar konflik dan pertumpahan darah tidak terjadi lagi di Aceh dalam pilkada 2017. “Saya selalu sarankan kepada siapa pun,” kata Muzakir.

    Menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan keamanan Aceh, Muzakir mengatakan semua pihak jangan menakut-nakuti. Aceh dinilainya sudah kondusif dan diharapkan terus demikian, termasuk dalam pilkada Aceh.

    Penjagaan keamanan di kantor KIP Aceh terlihat ketat. Sekitar 120 personel polisi disebarkan di dalam maupun di luar kompleks. “Ada 120 personel yang dikerahkan untuk pengamanan tahapan pendaftaran,” kata Kepala Polresta Banda Aceh Komisaris Besar Teuku Saladin.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe