Gempa Sukabumi Akibat Aktivitas Sistem Sesar Cimandiri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kejadian gempa bermagnitudo 3,3 yang mengguncang Sukabumi, Sabtu, 10 September 2016. Sumber gempa berada di darat, dekat jalur sesar atau patahan Cimandiri.

    Lindu muncul pukul 17.48 WIB, dengan pusat gempa di titik koordinat 6,89 Lintang Selatan dan 106,87 Bujur Timur. "Tepatnya di darat pada jarak 7 kilometer arah barat laut Kota Sukabumi pada kedalaman 10 kilometer," ujar Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, lewat keterangan tertulis, Sabtu, 10 September 2016.

    Guncangan cukup kuat dirasakan di daerah Sukabumi, Cisaat, Cireundeuy, Nagrak, Cibadak, Karangtengah, dan Pamuruyan pada skala intensitas II SIG BMKG (III MMI).

    Daryono menjelaskan, gempa di Sukabumi itu merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar lokal. Secara tektonik, zona Sukabumi dan sekitarnya memang cukup kompleks.

    "Ditinjau dari lokasi sumbernya, gempa itu tidak terletak tepat pada jalur utama sesar Cimandiri, tetapi secara umum masih berada pada zona sistem Sesar Cimandiri," katanya.

    Episenter ini terletak di sebelah barat Cisaat, sehingga diduga kuat bahwa gempa ini dibangkitkan oleh aktivitas sesar lokal di zona Sesar Cimandiri.

    Catatan gempa di BMKG menunjukkan bahwa di zona ini sudah pernah beberapa kali diguncang gempa merusak. Misalnya gempa berkekuatan magnitudo 7,0 pada 1900, dan 5,5 pada 1982.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.