Pasang Target Medali Tinggi, Aceh Siapkan Bonus Atlet PON

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial kompleks Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jabar, 31 September 2016. Stadion tersebut akan menjadi tempat pertandingan beberapa cabang olahraga PON XIX Jabar 2016 yaitu sepakbola, atletik dan marching band. ANTARA FOTO

    Foto aerial kompleks Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jabar, 31 September 2016. Stadion tersebut akan menjadi tempat pertandingan beberapa cabang olahraga PON XIX Jabar 2016 yaitu sepakbola, atletik dan marching band. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Provinsi Aceh mengirimkan 279 atlet dengan mengikuti 31 cabang olahraga untuk mengikuti PON ke-19 di Jawa Barat. Target yang dibebankan adalah 9 emas untuk dibawa pulang.

    "Saya mau paling tidak emas bisa 3 kali lipat dari PON Riau lalu. Atlet harus semangat, raih sebanyak mungkin medali. Bonus akan kami tingkatkan," kata Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, Muzakkir Manaf, saat melepaskan simbolis melepaskan atlet di Banda Aceh, Selasa sore 6 September 2016.

    Pada PON di Riau tahun 2012 lalu, Provinsi Aceh menempati posisi ke-25 perolehan medali dengan 3 emas, 5 perak dan 18 perunggu.

    Sementara Gubernur Aceh Zaini Abdullah menegaskan Pemerintah mendukung sepenuhnya pengembangan bakat para atlet di Provinsi Aceh. Pemerintah, kata Gubernur, menempuh ragam cara untuk pengembangan atlet seperti mengirim atlet untuk berlatih serta bertanding di dalam dan luar negeri.

    "Kami terus melatih para atlet sehingga mereka bisa mengharumkan nama Aceh di kancah nasional. Jadikan ini modal sehingga prestasi Aceh lebih baik," katanya.

    Menurut Zaini, PON ke-19 di Jawa Barat merupakan momentum menunjukkan kepada seluruh provinsi lain, bahwa Aceh punya prestasi dan siap menjadi tuan rumah PON ke 21 di tahun 2024.

    Gubernur meminta, para atlet yang akan bertanding per 17 hingga 29 September mendatang yakin dan percaya dengan kemampuan diri. "Maksimalkan seluruh potensi dan semangat."

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.