Santoso Tewas, Menteri Tjahjo Berharap Poso Segera Membangun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat ditemui di gedung Kemenkopolhukam, Jakarta, 20 Mei 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat ditemui di gedung Kemenkopolhukam, Jakarta, 20 Mei 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan tertembaknya pemimpin kelompok terorisme Mujahidin Indonesia Timur, Santoso atau Abu Wardah, membuat stabilitas daerah di Sulawesi Tengah pulih. Menurut dia, hal ini penting sebagai prasyarat terjadinya percepatan pembangunan di Poso.

    "Saya sudah diskusi singkat dengan Kepala Polda Sulawesi Tengah dan 90 persen identifikasi awal benar itu Santoso dan Mukhtar," kata dia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa 19 Juli 2016.

    Tjahjo meminta tim gabungan TNI, kepolisian, dan Detasemen Khusus dapat mengatasi sisa-sisa pengikut kelompok tersebut.

    Dia juga mengatakan aparat keamanan dapat melacak aliran senjata yang digunakan kelompok Mujahidin Indonesia Timur. "Apakah dari perbatasan Filipina atau pasokan dari mana, ini harus ditelaah komprehensif untuk memotong mata rantainya," kata dia.

    Seperti diberitakan, terjadi baku tembak antara kelompok sipil bersenjata yang dipimpin Santoso alias Abu Wardah dan Satuan Tugas Tinombala di Poso pada Senin lalu. Santoso dikabarkan tewas dalam insiden di pegunungan Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah itu.

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Istana Kepresidenan mengatakan hasil identifikasi 80-90 persen positif adalah Santoso alias Abu Wardah dan Mukhtar. "Hal itu berdasarkan hasil pengenalan wajah dan ciri-ciri lain, baik oleh anggota yang mengenal dia maupun saksi lain," kata dia di Istana Presiden.

    ARKHELAUS W. | ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.