Sidang Arbitrase Soal Laut Cina Selatan, Ini Sikap Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua kapal induk kelas Nimitz milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS John C. Stennis (kiri) dan USS Ronald Reagan dari Armada 7 di perairan Filipina, 18 Juni 2016. Amerika Serikat menempatkan dua kapal induknya setelah suasana di Laut Cina Selatan memanas. Jake Greenberg/U.S. Navy via Getty Images

    Dua kapal induk kelas Nimitz milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS John C. Stennis (kiri) dan USS Ronald Reagan dari Armada 7 di perairan Filipina, 18 Juni 2016. Amerika Serikat menempatkan dua kapal induknya setelah suasana di Laut Cina Selatan memanas. Jake Greenberg/U.S. Navy via Getty Images

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Luar Negeri RI meminta semua pihak menahan diri menyikapi konflik yang terjadi atas klaim wilayah Laut Cina Selatan (LCS). Hal itu dipertegas menjelang pembacaan putusan pengadilan arbitrase internasional atas klaim Cina, yang disengketakan Filipina sejak 2013.

    "Sikap Kemenlu bisa dilihat langsung di website resmi Kemenlu," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, lewat pesan pendek, Selasa, 12 Juli 2016.

    Dalam keterangan yang dicantumkan di Kemlu.go.id itu, Indonesia meminta semua pihak terkait menghindari tindakan yang bisa memicu ketegangan. Putusan Tribunal Arbitrase di Den Haag, Belanda, tentang LCS rencananya akan dikeluarkan pada Selasa ini pada pukul 16.00-17.00 waktu setempat.

    "Indonesia pun mengajak semua pihak terus menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan," begitu bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri.

    Publik pun sempat heboh oleh kabar latihan tempur yang dilakukan pasukan militer Cina. "Angkatan laut melakukan latihan tempur di antara Paracels dan Pulau Hainan di selatan Cina, Jumat kemarin," seperti dilansir dari Channel News Asia, 9 Juli lalu.

    Dokumentasi latihan militer itu pun sempat disiarkan media asing, China Central Television. Latihan tersebut kabarnya difokuskan pada operasi pengendalian udara, pertempuran laut, dan peperangan anti-kapal selam.

    Cina sendiri membantah bahwa latihan itu adalah respons mereka menjelang putusan arbitrase. Menurut mereka, kegiatan tersebut sudah rutin terlaksana rutin.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.