Pergaulan Luas Luhut Panjaitan, Harta Hingga Panama Papers  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokumen penetapan Luhut Panjaitan sebagai Direktur Mayfair International Ltd yg ditemukan di Panama Papers. Foto: Istimewa

    Dokumen penetapan Luhut Panjaitan sebagai Direktur Mayfair International Ltd yg ditemukan di Panama Papers. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Luhut Binsar Panjaitan menjadi sorotan lagi. Kali ini namanya perusahaan Mayfair termuat dalam Panama Papers. Luhut Binsar Panjaitan pernah disorot pula karena harta kekayaannya yang melonjak lebih dari seratus kali lipat dalam kurun empat belas tahun.

    Luhut melaporkan harta kekayaan pada tahun 2001. Nilai harta kekayaannya setara Rp 7,1 miliar saja. Tapi 2015, kekayaan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan ini sudah mencapai Rp 660 miliar. Luhut Binsar Panjaitan mengatakan kekayaannya membengkak dari hasil bisnis batu bara. ”Tiba-tiba saja harga batu bara meledak, US$30, ada juga yang US$40. Itu hands of God,” kata Luhut, seperti dilansir Majalah Tempo.

    Baca:Skandal Panama Papers: Jokowi Didesak Telusuri Harta Luhut

    Sejak belajar di Akabri, 1967-1970, Luhut Binsar Panjaitan, oleh teman-temannya dikenal sebagai orang cerdas dan pelobi ulung. Pengalaman tempur pertama Luhut ketika menjadi Komandan Kompi A Denpur 1 yang memimpin Tim C untuk merebut pelabuhan udara Dili. Pengalaman bisnisnya pun tak kalah seru. Berikut bisnis dan pergaulan Luhut dengan sejumlah tokoh.

    Baca: Luhut Tersandung Panama Papers, Dua Perusahaan Pegang Saham

    Berbisnis dengan Prabowo

    Prabowo Subianto,-- kini Ketua Umum Partai Gerindra, dikenal lama oleh Luhut. Keduanya sama-sama alumni pasukan khusus. Luhut sempat menjadi atasan Prabowo. Hubungan istimewa keduanya sempat terekam pada era ABRI di pimpin Benny Moerdani.

    Pada tahun 1985, Try Sutrisno, yang saat itu menjadi Kepala Staf Angkatan Darat, ingin menggeser Prabowo Subianto keluar dari Korp Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha). Try semula hendak memindahkan Prabowo ke Pusat Kesenjataan Infantri di Bandung, Jawa Barat. Try kemudian meminta saran Luhut selaku Komandan Detasemen-81/Antiteror, atasan langsung Prabowo. Mendengar saran Luhut, Try akhirnya membatalkan keinginannya. Prabowo Subianto dipindah ke Yonif-328/Raiders Kostrad, sebagai wakil komandan. "Di situ juga baik untuk melengkapi karier militernya," kata Luhut seperti dikutip buku Sintong Panjaitan: Para Komando.

    Hubungan Luhut dan Prabowo berlanjut di bisnis mereka. Keduanya memiliki PT Kiani Kertas. Usaha bersama itu sempat terombang ambing masalah keuangan di Badan Penyehatan Perbangkan Nasional pada tahun 2003.

    Baca: Luhut Tersangkut Panama Papers, Simpan Rahasia?  

    Kepercayaan Abdurrahman Wahid

    Pada perombakan kabinet Agustus 2000, Presiden Abdurrahman Wahid mempercayai Luhut sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan menggantikan Jusuf Kalla. Kalla tak menghadiri serah-terima jabatan itu. Kalla bercerita ia memilih menonton televisi. "Sudah lama Gus Dur melakukan berbagai upaya untuk mengganti saya dengan Luhut," kata Kalla kepada Tempo tahun 2000 silam. Kalla menganggap tak benar alasan Gus Dur bahwa pergantian itu demi kekompakan kabinet. "Saya kira ini cuma alasan agar Luhut Panjaitan bisa menjadi menteri." (Lihat video Inikah Perusahaan Cangkang Menteri Luhut?)

    Lagi-lagi pergaulan bisnis Luhut menjadi bagian dari latar belakang alasam Presiden Gus Dur memilih Luhut. Gus Dur mendapati bukti luasnya jaringan binsis lulusan Akademi Militer 1970 yang waktu itu duta besar Singapura tersebut. Gus Dur berdua dengan Purnawirawan Letnan Jenderal kelahiran Samosir 28 September 1947 ini bertemu Reuven Horesh, Direktur Jenderal Kementerian Perdagangan dan Industri Israel di Jakarta pada Januari 2001.

    Sebelum pertemuan bocor, Israel sempat menyebut telah tercapai kesepakatan penting: "Pemerintah Indonesia berjanji akan mencabut larangan perdagangan langsung."

    Luhut pula yang menjadi alasan keluarga Salim mau kembali melakukan bisnis di Indonesia. Hubungan persahabatan antara Antony Salim dan Luhut dibangun sejak Luhut menjabat duta besar di Singapura. Media Singapura mengabarkan Luhut dan Anthony sebagai tokoh yang mempertemukan Presiden Abdurrahman dan para pengusaha Singapura pada tahun 2000.

    Baca: Ada Nama Luhut, Pemerintah Buat Satgas Khusus Panama Papers

    EVAN | PDAT | Sumber Diolah Tempo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.