Ratusan Pedagang Tuntut Risma Tuntaskan Polemik Pasar Turi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menjawab pertanyaan awak media seusai bertemu dengan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, 14 April 2015. Rapat tersebut membahas mengenai penyelesaian pembangunan Pasar Turi, pembangunan jalan pendamping (frontage road) di Jalan Ahmad Yani Surabaya, soal izin merek Usaha Kecil Menengah, dan Badan Penyelenggara jaminan sosial Ketenagakerjaan. TEMPO/Imam Sukamto

    Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menjawab pertanyaan awak media seusai bertemu dengan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, 14 April 2015. Rapat tersebut membahas mengenai penyelesaian pembangunan Pasar Turi, pembangunan jalan pendamping (frontage road) di Jalan Ahmad Yani Surabaya, soal izin merek Usaha Kecil Menengah, dan Badan Penyelenggara jaminan sosial Ketenagakerjaan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Surabaya - Ratusan pedagang Pasar Turi, Surabaya, yang tergabung dalam Gerakan Pedagang Pasar Turi Korban Kebakaran (GPPTKK) menggelar demonstrasi damai, Rabu, 16 Maret 2016. Mereka menuntut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk menuntaskan polemik Pasar Turi.

    Sejak pukul 08.00, mereka berkumpul di sebelah timur Pasar Turi baru. Dengan menggunakan ikat kepala merah putih, mereka membentangkan beberapa poster yang bertuliskan, "Ketegasan, keberanian, dan kejujuran Ahok perlu dicontoh oleh pemimpin Indonesia", "Selain Pasar Turi Bu Risma tegas dan berani, kenapa dengan Pasar Turi takut?", "Mana janjimu Bu Risma, ketegasanmu ku tunggu".

    Dengan mobil komando, ratusan pedagang Pasar Turi itu berjalan dari Pasar Turi berputar ke PGS-Jalan Dupak-Balai Kota Surabaya. Orasi penyemangat serta lantunan salawat mereka dengungkan sepanjang perjalanan.

    Koordinator aksi, Muhammad Arwi, mengatakan massa yang akan ikut aksi hari ini sekitar 500-1.000 orang. Mereka semuanya adalah korban kebakaran Pasar Turi dan saat ini menempati tempat penampungan sementara (TPS) yang terletak di depan Pasar Turi baru.

    "Kami akan mendesak Bu Risma supaya tegas menyikapi polemik ini, karena investor sudah banyak menyalahi aturan," kata Arwi kepada Tempo ditemui di sela aksi.

    Menurut Arwi, ada tiga tuntutan yang akan didesak kepada Risma. Pertama, menuntut Pemerintah Kota Surabaya mengambil alih gedung Pasar Turi itu. Kedua, Pemerintah Kota Surabaya segera membatalkan build, operate, and transfer (BOT) dengan investor. Ketiga, kasus Pasar Turi yang carut-marut segera dituntaskan. "Kami akan duduki Balai Kota Surabaya ini hingga ditemui Bu Risma," katanya.

    Apabila tidak ditemui, lanjut dia, massa aksi menduduki dan menggelar yasinan di Balai Kota Surabaya. Massa aksi akhirnya tiba di Balai Kota Surabaya sekitar pukul 10.50, mereka langsung menuju sisi timur Balai Kota Surabaya.

    Dalam orasi pertamanya, kuasa hukum Pedagang Pasar Turi, Wayan Titip, meminta Risma menemui massa aksi. Pasalnya, saat pilkada Surabaya 2015, pedagang Pasar Turi telah satu suara memilih Risma-Whisnu untuk menjadi Wali Kota. "Harapannya, supaya polemik Pasar Turi ini bisa diselesaikan," katanya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.