Kantor Staf Presiden Gelar Indonesia Data Driven Journalism

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • teten masduki

    teten masduki

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah bakal terus menguatkan dan melengkapi portal data.go.id untuk meningkatkan interoperabilitas dan pemanfaatan data pemerintah. Portal ini nantinya akan berisi seluruh data kementerian, lembaga pemerintahan, pemerintahan daerah, dan semua instansi lain yang terkait data yang berhubungan dengan Indonesia.

    Sebagai salahsatu bentuk penguatan itu, Kantor Staf Presiden menggelar Indonesia Data Driven Journalism 2016, di Gedung Kridha Bhakti, Jakarta, Sabtu 5 Maret 2016, bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Jaringan Indonesia untuk Jurnalisme Investigasi (Jaring). 

    Ketika membuka acara ini, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menegaskan bahwa pemerintah berharap portal data.go.id bisa memudahkan media dan masyarakat mengawasi pemerintah. Sebab, kata dia, pertanggungjawaban segala bentuk pengeluaran pemerintah bukan hanya kepada parlemen, tetapi juga kepada seluruh masyarakat.

    “Dengan data terbuka, jurnalis tidak perlu mengejar-ngejar pejabat. Jurnalis bisa mengungkap masalah secara tajam dengan data yang bercerita,” kata Teten. Acara Data Driven Journalism 2016 merupakan salah satu acara yang bertujuan merayakan International Open Data Day 2016.

    Acara Indonesia Data Driven Journalism 2016 meliputi Lightning Talks, Workshop, dan Kompetisi jurnalisme data bagi para jurnalis dan aktivis pers mahasiswa. Lightning Talks menghadirkan Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo, aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko, dan Muhammad Kholikul Alim dari JARING.

    Sedangkan workshop pengolahan data menghadirkan Koordinator One Data Indonesia Robertus Theodore, Redaktur Pelaksana Tempo Wahyu Dhyatmika, dan Analis Data World Bank Prasetya Dwicahya.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.