Menlu Retno: Indonesia Diminta Palestina Gelar KTT OKI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membacakan puisi bertajuk

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membacakan puisi bertajuk "Soneta Dua Dentang" dalam acara Teras Budaya Puisi dan Politik: Ceramah dan pembacaan Sajak Goenawan Mohamad di Gedung TEMPO, Jakarta, 19 Februari 2016. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.COJakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa Indonesia menggelar Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam bukan karena mengajukan diri, melainkan lantaran diminta.

    "Palestina yang meminta kami jadi tuan rumah," ujarnya di Kantor Staf Kepresidenan, Rabu, 2 Maret 2016.

    Retno melanjutkan, permintaan Palestina itu pertama kali disampaikan saat Indonesia menggelar International Conference on the Question of Jerusalem pada 2015. Permintaan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Palestina Riad Al-Malki dan Sekretaris Jenderal OKI Iyad Madani.

    Permintaan itu dibahas lebih lanjut dalam pertemuan di Jeddah, Arab Saudi. Retno berkata, dalam pertemuan itu, tak ada satu pun negara yang berkeberatan Indonesia menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI.

    "Setelah itu, Sekjen OKI menyampaikan undangan ke Presiden Joko Widodo. Itulah yang melatarbelakangi Indonesia menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI," tuturnya.

    Retno menambahkan bahwa KTT Luar Biasa ini akan berhubungan juga dengan KTT OKI di Turki pada April mendatang. KTT di Indonesia bertujuan mencari jalan menyelesaikan masalah kemerdekaan Palestina, sedangkan KTT pada April nanti untuk isu yang lebih luas.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.