Novel Batal Disidang, Bareskrim: Itu Kewenangan Kejaksaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 10 Desember 2015. ANTARA/Reno Esnir

    Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 10 Desember 2015. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.COJakarta - Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Anang Iskandar enggan berkomentar tentang batalnya persidangan Novel Baswedan di Pengadilan Negeri Bengkulu. Menurut Anang, urusan kasus Novel di pengadilan bukan lagi kewenangan polisi.

    "Proses peradilan beserta penuntutan adalah kewenangan kejaksaan," kata Anang di kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Selasa, 9 Februari 2016.

    Anang membantah tudingan jika polisi yang meminta kejaksaan menarik berkas persidangan Novel. Bahkan, menurut dia, Polri tak bisa menarik berkas perkara dari pengadilan.

    Baca: Istana: Tak Ada Barter dalam Penyelesaian Kasus Novel

    Jenderal bintang tiga polisi itu juga membantah telah berkomunikasi dengan kejaksaan untuk menarik berkas Novel Baswedan dari Pengadilan Negeri Bengkulu. "Lagi-lagi itu kewenangan kejaksaan," kata mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu.

    Sebelumnya, Pengadilan Negeri Bengkulu menyatakan perkara Novel Baswedan batal disidangkan. Alasannya, berkas perkara penyidik utama Komisi Pemberantasan Korupsi itu sudah ditarik oleh jaksa penuntut umum.

    Novel diduga terlibat kasus penganiayaan terhadap pencuri sarang burung walet pada 2004. Saat itu dia menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bengkulu. Novel disebut menembak dan menyiksa empat pencuri tersebut. Salah satu di antaranya meninggal, lainnya luka berat.

    INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.