Wajah Jenazah Korban Miras Oplosan di Yogyakarta Menghitam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Sleman Sri Purnomo mengambil salah satu botol minuman keras yang akan dimusnahkan dalam acara pemusnahan 5000 botol minuman keras dan ratusan miras oplosan di Polres Sleman, Yogyakarta, 15 Juni 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    Bupati Sleman Sri Purnomo mengambil salah satu botol minuman keras yang akan dimusnahkan dalam acara pemusnahan 5000 botol minuman keras dan ratusan miras oplosan di Polres Sleman, Yogyakarta, 15 Juni 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Wajah semua korban yang meninggal akibat menegak minuman keras oplosan menghitam. "Ada 12 korban yang dikirim ke Sardjito sejak beberapa hari lalu. Enam di antaranya meninggal dunia," ucap juru bicara Rumah Sakit Umum Pusat dr Sardjito, Trisno Heru Nugroho, Senin, 8 Februari 2016.

    Heru mengatakan, dari enam korban meninggal dunia tersebut, dua di antaranya ditemukan sudah meninggal di kamar kosnya sebelum dikirim ke RSUP Sardjito. Sedangkan empat lain sempat dirawat sehari sebelum meninggal. "Semua korban yang dikirim ke Sardjito berstatus mahasiswa kampus swasta di Yogyakarta," ujar Heru.

    Hingga kini, masih ada empat korban miras oplosan yang menjalani perawatan di RSUP Sardjito. Menurut Heru, seorang korban kini dalam kondisi mengkhawatirkan. Adapun dua lain sudah dipulangkan karena kondisinya membaik.

    Menurut Heru, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis RSUP Sardjito, 12 korban miras oplosan tersebut keracunan zat kimia berbahaya. Namun Heru menyatakan tim medis RSUP tidak bisa mendeteksi jenis zat kimia yang terkandung di dalam tubuh 12 orang itu.

    Tim medis tidak bisa melakukan otopsi karena keluarga korban tidak mengizinkan. "Seandainya diizinkan ada otopsi dalam, kami bisa tahu zat kimia apa saja yang meracuni para korban," tuturnya.

    Tersangka pembuat minuman keras oplosan itu, Sasongko, mengaku minuman yang dia buat terdiri atas etanol sebesar 96 persen, air mineral, citrun sebagai pemanis, dan minuman perasa buah.

    Dalam empat hari terakhir, puluhan korban meninggal dunia di Sleman, Yogyakarta, dan Bantul akibat menenggak miras oplosan. Data terakhir yang dirilis Kepolisian Resor Sleman menemukan sudah ada 26 orang meninggal dunia hingga Ahad, 7 Februari 2016. Semua korban adalah mahasiswa yang berasal dari luar Yogyakarta.

    ADDI MAWAHIBUN IDHOM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.