Warga Tegal Ini Jadi Salah Satu Terduga Teroris di Thamrin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karangan bunga tanda simpati terhadap korban bom diletakkan di kawasan gedung Sarinah pasca penyerangan teroris di pos polisi dan sejumlah gedung di Thamrin Jakarta, 15 Janauri 2016. TEMPO/Frannoto

    Karangan bunga tanda simpati terhadap korban bom diletakkan di kawasan gedung Sarinah pasca penyerangan teroris di pos polisi dan sejumlah gedung di Thamrin Jakarta, 15 Janauri 2016. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Tegal - Salah Satu terduga pelaku pengeboman di kawasan Sarinah, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2016, yang diketahui bernama Dian Juni Kurniadi, 25 tahun, ternyata warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Dian merupakan anak pasangan Sutopo, 60 tahun, dan Rodiyah, 50 tahun.

    Orang tua Dian tinggal di RT 027 RW 007, Desa Pegirigan, Kecamatan Talang, Tegal. Pada Jumat malam, 15 Januari 2016, Rodiyah, Sutopo, dan adik Dian, Riski, 19 tahun, dijemput polisi untuk dibawa ke Mabes Polri guna menjalani tes DNA.

    Paman Dian, Kustono, 50 tahun, mengatakan orang tua Dian dijemput sekitar pukul 20.00 WIB dengan menggunakan dua mobil. "Katanya mau ke Jakarta untuk tes DNA," ucapnya saat ditemui wartawan di Desa Pegirigan.

    Suasana tampak sepi ketika sejumlah wartawan menyambangi rumah orang tua Dian. Saat diketuk pintunya, tidak ada satu pun orang yang merespons.

    Firdaus, 40 tahun, paman Dian lain, menuturkan Dian merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Lulus dari salah satu sekolah menengah kejuruan favorit di Tegal, Dian pergi ke Kalimantan untuk bekerja. Di sana, dia bekerja sebagai mekanik di perusahaan peternakan ayam di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

    Pihak keluarga mengaku kaget saat mengetahui Dian menjadi salah satu terduga teroris yang tewas di Jakarta. "Kami juga baru tahu tadi malam. Setahu kami, Dian itu di Kalimantan. Kami tidak tahu kalau dia di Jakarta," katanya. Menurut dia, dalam kehidupan sehari-hari, Dian cenderung pendiam dan jarang bersosialisasi dengan warga.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.