Siapa Damayanti, yang Dikabarkan Ditangkap KPK?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR RI, Damayanti Wisnu Putranti. id.wikipedia.org

    Anggota DPR RI, Damayanti Wisnu Putranti. id.wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan menangkap seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan bernama Damayanti Wisnu Putranti. Penangkapan Damayanti kemarin malam sekitar pikul 22.00 itu, antara lain, terindikasi dari Toyota Alphard berpelat nomor B-5-DWP yang disita KPK. Mobil yang ditempeli lambang DPR di atas pelat nomor itu diketahui milik Damayanti.

    Siapa Damayanti yang sehari-hari duduk sebagai anggota Komisi V yang membidangi infrastruktur tersebut?

    Perempuan 45 tahun itu terpilih dari daerah pemilihan Jawa Tengah IX yang meliputi daerah Brebes, Slawi, dan Tegal. Damayanti melenggang ke Senayan pada 2014 setelah mendapatkan suara dalam pemilu legislatif sebanyak 75.657 suara.

    Di DPR, Damayanti menolak UU Pilkada yang memilih kepala daerah lewat DPRD. Ia juga pernah menolak revisi UU MD3 dan walk out dalam proses voting paket pimpinan DPR 2014-2019, yang melambungkan Setya Novanto sebagai Ketua DPR.

    Perempuan yang menjadi Kepala Bidang Pertanian dan Perikanan di dalam struktur kepengurusan DPP PDIP itu juga pernah mengeluh ke Menteri Perhubungan karena ada lima gerbong kereta Argo yang AC-nya rusak. Keluhan lainnya saat ia tak dibolehkan duduk di ruang VIP sebuah stasiun karena ia bukan wali kota. Damayanti menganggap posisi wali kota tak lebih tinggi dari anggota DPR.

    Kepada Menteri Perhubungan, ia juga meminta perhatian khusus karena tidak responsifnya Direktur Jenderal Hubungan Laut yang ia hubungi untuk membahas temuan-temuan di dapilnya. Damayanti juga menyoroti PT KAI, yang tidak pro rakyat ketika penyewa tanah KAI keberatan atas kenaikan tarif sewa sebanyak 400 persen.

    Sejumlah politikus PDIP bereaksi atas penangkapan Damayanti. Misalnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang mencuit di Twitter. “Sudah diperingatkan, eh tetap dilakukan, tidak ada pilihan lain ya dipecat,” kata dia.

    Budiman Sudjatmiko pun juga ikut menggunggah cuitan di media sosial tersebut. “Saya sedih. Saya kenal dia baik dan tak terlihat suka macam-macam. Waktu masih di Komisi 2 suka share kalau ada soal politik,” ujarnya.

    DIKO OKTARA

    Catatan koreksi: Pada Kamis, 14 Januari 2016, pukul 08:49, foto berita ini diganti karena kesalahan editor.  Kami mohon maaf pada Ibu Destry Damayanti atas kesalahan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.