Johan Budi Jadi Juru Bicara Jokowi? Ini Kata Istana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon pimpinan (capim) KPK Johan Budi menyampaikan pendapatnya saat uji kelayakan dan kepatutan capim KPK di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, 14 Desember 2015. ANTARA/M Agung Rajasa

    Calon pimpinan (capim) KPK Johan Budi menyampaikan pendapatnya saat uji kelayakan dan kepatutan capim KPK di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, 14 Desember 2015. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Presiden Joko Widodo belum pernah menyampaikan keputusan akan memilih mantan wakil ketua KPK Johan Budi Sapto Pribowo sebagai juru bicara. Menurut dia, Presiden masih belum menyampaikan kebutuhan adanya juru bicara.

    Tapi, Pramono mengatakan kemungkinan Johan akan dipilih untuk membantu Presiden untuk posisi lain. "Apakah nanti Pak Johan akan membantu di lingkungan Istana, saya belum tahu, cuma terdengar bisik-bisik saja. Tempatnya di mana itu urusan nanti," kata Pramono di Kantor Presiden, Jumat, 8 Januari 2016.

    Pramono mengatakan sejauh ini Presiden sudah nyaman dengan pola komunikasi publik yang sudah berjalan. Artinya, sosialisasi dan komunikasi mengenai kebijakan disampaikan oleh para menteri terkait, dengan difasilitasi oleh Sekretaris Kabinet. "Kalau melihat pola yang sudah berjalan, maka pola ini yang dijalankan," katanya.

    Sejauh ini, kata dia, Presiden Jokowi juga belum pernah bertemu dengan Johan atau berencana bertemu dengan Johan. Sebelumnya sempat muncul kabar Johan ditawari menjadi juru bicara presiden, namun bekas wartawan ini membantahnya. "Itu hanya rumor," katanya.

    Johan Budi, 49 tahun, memulai kariernya di lembaga antirasuah pada Desember 2005 sebagai anggota staf Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK. Setahun kemudian dia diangkat sebagai juru bicara KPK. Pada 2008, Johan menjadi Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK dan tetap menjadi juru bicara lembaga itu. Terakhir dia menjabat sebagai penjabat Pimpinan KPK.

    Johan kemudian mengikuti seleksi pimpinan KPK, tapi tak lolos di DPR. Johan mengundurkan diri dari Komisi Pemberantasan Korupsi pada 22 Desember 2015. Ia mengaku mulai berpikir untuk melanjutkan kegemarannya di bidang menulis. Meski begitu, Johan tidak tahu apakah nantinya akan bergabung di media tetapi berkeinginan menggeluti hobinya menulis.

    Tentang pernyataan Pramono, Johan belum berhasil dikonfirmasi.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.