Tempo Susuri Papua, Kisah Aktivis HAM & Ketidakadilan Sosial-Ekonomi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi pers  Tim Peduli Hak Asasi Manusia Pegunungan Tengah Papua  untuk memperingati hari hak asasi manusia di Wamena, 10 Desember 2015. TEMPO/Maria Rita

    Konferensi pers Tim Peduli Hak Asasi Manusia Pegunungan Tengah Papua untuk memperingati hari hak asasi manusia di Wamena, 10 Desember 2015. TEMPO/Maria Rita

    TEMPO.CO, Wamena - Tim Peduli Hak Asasi Manusia Pegunungan Tengah Papua menemukan sejumlah fakta baru soal timpangnya pelayanan kesehatan untuk warga Papua dari riset terbaru mereka di sana. Temuan ini dipublikasikan pada peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia pada 10 Desember 2015.   

    “Penelitian kami membuktikan buruknya pelayanan dan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah Jayawijaya,” kata penggiat HAM Pegunungan Tengah Papua, Theo Hesegem, ketika membeberkan hasil riset lapangannya di rumah bina Yayasan Teratai Hati Papua di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

    SIMAK:
    Nilai Uang di Papua, Seribu di Jakarta Setara Sepuluh Ribu
    Jangan Kaget, di Papua Harga Sepiring Nasi Pecel Rp 70 Ribu

    Fokus para aktivis HAM Papua memang kini tak lagi hanya soal politik. Theo mengakui untuk pertama kalinya mereka mulai menyoroti masalah hak asasi manusia bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Hasil riset mereka tak mengejutkan: kondisi ekonomi, sosial, dan budaya di Papua sudah sangat memprihatinkan. “Salah satu indikatornya adalah harga kebutuhan pokok yang terus bergerak naik tanpa terkendali dan buruknya pelayanan dan fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah Jayawijaya,” katanya.

    Pada tahun-tahun sebelumnya, Tim Peduli HAM Pegunungan Tengah Papua selalu fokus pada isu-isu pelanggaran HAM terkait dengan berbagai kekerasan dan intimidasi yang dialami rakyat Papua, baik itu dilakukan aparat TNI, Polri, maupun kelompok Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM).  “Ini pertama kali kami masuk ke isu ekonomi, sosial, budaya,” kata Theo.

    SIMAK:
    Susuri Papua Via Wamena-Tolikara: Preman Terminal Berkuasa 
    Jokowi Mau Jalur Kereta Api Papua Dibangun 2016

    Perubahan ini penting karena masalah di Papua memang amat kompleks. Fokus pada salah satu aspek semata berpotensi mendistorsi realitas yang sebenarnya terjadi di lapangan. Ketika merilis temuannya, aktivis HAM Papua melengkapi presentasi mereka dengan berbagai foto tentang kondisi RSUD Jayawijaya. Ada foto joroknya toilet di ruang inap pasien dan foto mengenai beberapa bangunan rumah sakit yang sudah aus dan tidak diperbaiki.  

    MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.