James Moffet Mundur, Bagaimana Nasib Kontrak Freeport?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said bersama Chairman Freeport-McMoran James R. Moffet (kiri), memberi keterangan pers di Kementerian ESDM, Jakarta, 25 Januari 2015. ANTARA FO

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said bersama Chairman Freeport-McMoran James R. Moffet (kiri), memberi keterangan pers di Kementerian ESDM, Jakarta, 25 Januari 2015. ANTARA FO

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengatakan mundurnya Co-Founder Freeport McMoran James Moffet sebagai pemimpin dan dewan perusahaan merupakan peluang bagi negosiasi kontrak Freeport. Menurut Marwan, mundurnya James Moffet akan memperlemah posisi Freeport.  "Dia masih dianggap berpengaruh karena bisa negosiasi dengan pemerintah," katanya saat dihubungi Tempo, Selasa, 29 Desember 2015.

    Meski begitu, menurut Marwan, pengaruh dari mundurnya James Moffet tidak akan terlalu besar jika pemerintah tidak tegas. "Tinggal melihat bagaimana komitmen dan independensi pemerintah dalam mengambil keputusan yang menguntungkan negara," katanya. Karena itu, ia berharap pemerintah bisa mengambil sikap tegas dalam negosiasi nanti. "Misal tidak perpanjang kontrak."

    Marwan mengatakan  Freeport tengah mengalami perubahan yang sangat drastis. Harga saham Freeport terus menurun. Hal itu juga bisa memperkuat daya tawar pemerintah dalam negosiasi kontrak. "Pemerintah harus melihat situasi ini untuk punya sikap kuat, katakan kami tidak lagi mau perpanjang," ucap Marwan.

    Marwan menambahkan, mundurnya Moffet lebih karena kesalahannya melakukan aksi korporasi, terutama saat membeli saham perusahaan minyak dan gas di saat harga sedang booming. "Hal ini dianggap kesalahan yang fatal," tuturnya.

    Sebelumnya, James Moffet dikabarkan mundur dari Freeport. Seperti dilansir dari Reuters.com, Moffet pensiun sebagai ketua dan selanjutnya akan menjadi konsultan bagi jajaran dewan dan perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Ia mundur beberapa bulan setelah penambang menambahkan dua direktur baru di bawah tekanan dari investor miliarder, Carl Icahn.

    Icahn, yang memiliki 8,8 persen saham Freeport, pada 22 September lalu mengkritik pengeluaran penambang, struktur modal, dan kompensasi eksekutif di saat harga komoditas tengah melemah.

    "Sejak Moffet menjadi ketua, laju saham menurun drastis dari US$ 60 ke US$ 7 dan saat saham mencapai US$ 60, mereka memutuskan melebarkan bisnisnya dari logam dan tambang menuju minyak. Hal itu merupakan keputusan yang buruk," kata Ivan Feinseth, analis dari Tigress Financial Partners. Freeport masuk ke ranah bisnis minyak dan gas pada 2013 dengan mengakuisisi Plains Exploration and McMoRan Exploration senilai US$ 9 miliar.

    Moffet sudah menjadi pemimpin Freeport dan juga sesepuh perusahaan sejak 1984. Ia juga pendiri McMoRan Oil &Gas Coada1969 dan memimpin bergabungnya dengan Freeport Minerals Co pada 1981. Kepergiannya beberapa bulan setelah Freeport merombak struktur "jabatan ketua".

    "Ketua" yang terdiri atas Moffett, Chief Executive Richard Adkerson and James Flores, Kepala Perusahaan bisnis minyak dan gas, dinilai menghambat peran kepemimpinan direktur Independen. Kemarin Freeport juga mengumumkan Gerald Ford yang telah memimpin direktur independen sejak 2013 menjadi pemimpin noneksekutif. Dengan tugas baru ini, Moffet akan mendapatkan bayaran konsultasi tahunan sebesar US$ 1,5 juta.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.