Hadapi Persaingan di MEA, Kontraktor Diminta Bersatu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Dewi Fajriani

    ANTARA/Dewi Fajriani

    TEMPO.CO, Bangkalan - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Kontraktor Indonesia (Gakindo) Jawa Timur, Muhammad Ali Zaini meminta para kontraktor di Jawa Timur untuk menjaga soliditas sesama kontraktor, baik antara sesama anggota Gokindo atau dengan organisasi kontraktor lain.

    Menurut Ali Zaini, soliditas itu diperlukan agar para kontraktor lokal tidak kalah bersaing dengan kontraktor asing. "Mulai tahun depan kita akan hadapi MEA, kontraktor asing akan masuk, kalau kita tidak solid, kontraktor lokal bisa tersingkir," katanya  saat pengukuhan Abdul Hadi, sebagai Ketua Gakindo Kabupaten Bangkalan, Jumat, 25 Desember 2015.

    Selain soliditas, kata Zaini, para kontraktor juga perlu melakukan peningkatan kemampuan diri Terutama dalam membuat perencanaan kontruksi dan realisasi proyek. "Kami juga punya lembaga khusus untuk memberi pelatihan."

    Zaini mengakui, hingga kini soliditas antar kontraktor belum terjalin sempurna. Hal itu terlihat dari adanya aksi banting-banting harga proyek kontruksi.

    Dia menilai banting harga proyek sama sekali tidak menguntungkan bahwa justru bisa berakibat pada buruknya kwalitas proyek yang dikerjakan. "Kalau hasil kontruksi tidak baik, justru menjadi celah bagi kontraktor lain untuk masuk, kita sendiri yang rugi," Zaini berujar.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan Kabupaten Bangkalan Taufan mengatakan para kontraktor tidak perlu khawatir menghadapi MEA. Pemerintah telah membuat aturan yang memproteksi keberadaan kontraktor lokal agar tidak terlibas kontraktor asing. "Meski kontraktor asing masuk, mereka harus menggandeng kontraktor lokal sebagai mitra untuk mengerjakan sebuah proyek," katanya.

    MUSTHOFA BISRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.